Opened up my journal to a page
Everything that hurts me's still the same
Feels like there's nothing new for me to say
Why, why, why?
Why, why, why?
Sweating through the sheets, shakin' in bed
Visions of her naked in my head
But I went off and chose myself instead
Why, why, why?
Ease my mind
[Chorus]
I don't know why, I
I don't know, I don't know why
Why, why, why
[Verse 2]
I stepped off the stage with nothing left
All the lights were fuckin' with my head
But here I am, singing songs again
Why, why, why?
Ease my mind
[Chorus]
I don't know why, I
I don't know, I don't know why
Why, why, why
Why, why, why
[Post-Chorus]
Feels like everything goes 'round and 'round
And 'round and 'round and 'round it goes
Feels like everything goes 'round and 'round
And 'round and 'round and 'round it
[Bridge]
Thought I was about to be a father
Shook me to the core, I'm still a kid
Sometimes I still cry out for my mother
Why, why, why?
Why, why, why?
[Chorus]
I don't know why, I
I don't know, I don't know why
Why, why, why
Why, why, why
[Post-Chorus]
Feels like everything goes 'round and 'round
And 'round and 'round and 'round it goes
Feels like everything goes 'round and 'round
And 'round and 'round and 'round it goes
Lirik Lagu Why Why Why - Shawn Mendes
Lirik lagu ini ngebahas soal overthinking dan luka yang belum benar-benar sembuh. Buka jurnal lama, ternyata isinya masih rasa sakit yang sama, kayak muter di tempat tanpa perkembangan. Ada kegelisahan sampai kebawa ke mimpi, pikiran penuh bayangan masa lalu, tapi di sisi lain ada keputusan buat milih diri sendiri. Namun setelah semua itu, tetap muncul pertanyaan besar, kenapa rasanya masih begini?
Masuk ke bagian setelahnya, tekanan makin terasa. Turun dari panggung dengan kepala penuh, lampu sorot jadi simbol tekanan dan ekspektasi yang bikin mental capek. Meski begitu, tetap balik lagi buat nyanyi dan jalanin semuanya. Reff yang terus ngulang "I don’t know why" nunjukin kebingungan yang jujur banget, kayak lagi nyari jawaban tapi nggak nemu. Hidup terasa muter terus, berulang tanpa jeda.
Di bridge, emosinya makin dalam dan personal. Ada momen hampir jadi sosok yang lebih dewasa, tapi justru bikin sadar kalau di dalam hati masih merasa seperti anak kecil. Bahkan kadang masih pengin panggil ibu saat semuanya terasa berat. Lagu ini akhirnya jadi refleksi tentang kedewasaan, tekanan hidup, kehilangan, dan kebingungan yang terus berputar, dengan satu pertanyaan yang nggak pernah benar-benar terjawab: kenapa semuanya terasa seperti ini.