Strike of a lightning, like an old dream I used to know
Sambar petir, seperti mimpi lama yang pernah aku kenal
You fade in like a memory, it's only empty space between us now
Kau muncul seperti kenangan, kini hanya ada ruang kosong di antara kita
I know it ended, I know I chose it, how could I let go?
Aku tahu ini sudah berakhir, aku tahu aku yang memilihnya, bagaimana aku bisa melepaskannya?
But when the rain pours, I still long for you behind the door
Tapi ketika hujan turun, aku masih merindukanmu di balik pintu
[Chorus]
Don't say it, don't linger, I still feel it all
Jangan katakan itu, jangan berlama-lama, aku masih merasakannya semua
Don't say it, but if I wanted, would you call, after all?
Jangan katakan itu, tapi jika aku menginginkannya, maukah kau menelepon, setelah semua ini?
Love is not enough, after all
Cinta tidak cukup, setelah semua ini
Love is just a man I used to call, ooh
Cinta hanyalah seorang pria yang pernah aku panggil, ooh
You say we were always meant for, after all
Kau bilang kita memang ditakdirkan, setelah semua ini
[Verse 2]
Time unwinding, like a long string pulling me to play
Waktu berputar, seperti benang panjang yang menarikku untuk bermain
So I put it all behind me, still trying just to end the days
Jadi aku tinggalkan semua itu, masih berusaha untuk mengakhiri hari-hari ini
I know it ended, I know I chose it, it was in my hands
Aku tahu ini sudah berakhir, aku tahu aku yang memilihnya, itu ada di tanganku
But if we put the clocks back, could we still have just another chance?
Tapi jika kita bisa memutar kembali waktu, bisakah kita masih punya satu kesempatan lagi?
[Chorus]
Don't say it, don't question, I still feel it all
Jangan katakan itu, jangan tanyakan, aku masih merasakannya semua
Don't say it, but if I meant it, would you come, after all?
Jangan katakan itu, tapi jika aku serius, maukah kau datang, setelah semua ini?
Love is not enough, after all
Cinta tidak cukup, setelah semua ini
Love is just a man I used to call
Cinta hanyalah seorang pria yang pernah aku panggil
You say we were always meant for, after all
Kau bilang kita memang ditakdirkan, setelah semua ini
(Ooh, ooh, ooh, ooh)
(Ooh, ooh, ooh, ooh)