Ngambar arum ing Kusuma
Mulat leng leng brangta
Agawe sengseming nala
Esemu lir pait madu
Lindri lindri nyawang netramu
Dasar lencir kuning
Anggugah rasa tresnaku
Ngambar arum tan kuciwa
Katon Memanise
Sekar mekar lan melathi rinonce
Katon ginelung dak kanti
Aneng jagad katresnan
Tiada yang lebih indah
Tiada yang lebih rindu
Selain hatiku andai engkau tahu
Rembulan kang sumunar
Nyekseni tresno kang tuhu
Tan ana liya mung sira wong ayu
Makna Lagu Puspita Nala
Lirik lagu ini menggambarkan perasaan kagum yang sangat dalam kepada seseorang yang dianggap begitu istimewa dan memikat. Sosok yang dicintai digambarkan seperti bunga yang harum dan indah, membuat hati terus terpikat setiap kali melihat senyum, tatapan, dan kehadirannya. Perasaan cinta yang muncul bukan hanya karena penampilan fisik, tetapi juga karena pesona dan kelembutan yang membuat hati semakin sulit berpaling. Seluruh perhatian dan pikiran seolah hanya tertuju kepada satu orang tersebut.
Lagu ini juga menunjukkan kerinduan yang tulus dari seseorang yang sedang dimabuk cinta. Ia merasa tidak ada hal yang lebih indah selain bisa memikirkan dan mengagumi orang yang dicintainya. Perasaan itu begitu besar hingga membuatnya terus membayangkan sosok tersebut dalam berbagai momen. Cinta yang dirasakan terasa hangat, manis, dan penuh harapan, seolah dunia menjadi lebih indah karena kehadiran orang yang ia sayangi.
Selain berisi rasa kagum, lagu ini juga menyampaikan kesetiaan dan keyakinan terhadap cinta yang sedang dijalani. Sosok yang dicintai dianggap sebagai satu-satunya orang yang mampu mengisi hati. Dengan suasana romantis yang digambarkan melalui cahaya rembulan dan keindahan alam, lagu ini menghadirkan cerita tentang cinta yang tulus, penuh rasa syukur, serta keinginan untuk menjaga perasaan tersebut agar tetap hidup dan bertahan dalam waktu yang lama.