“Hai. Semoga kamu baik-baik saja
I think it's time we took a break
Aku rasa sudah saatnya kita istirahat
So I can grow emotionally."
Agar aku bisa berkembang secara emosional.”
That's what he said to me
Itu yang dia katakan padaku
Here we go again, crying in bed
Nah, kita mulai lagi, nangis di tempat tidur
What a familiar feeling
Rasa yang sangat familiar
All my friends, in love, and I'm the one
Semua temanku jatuh cinta, dan aku yang jadi pengganggu
They call for a third wheeling
Mereka memanggilku untuk jadi lampu sorot ketiga
Probably should have guessed he's like the rest
Mungkin seharusnya aku sudah menebak dia sama seperti yang lain
So fine and so deceiving
Sangat tampan dan menipu
There's nobody's son, not anyone left for me to believe in
Tidak ada anak siapa pun, tidak ada yang tersisa untuk aku percayai
Me? No, yeah, I'm good
Aku? Tidak, ya, aku baik-baik saja
Just thought that he
Hanya berpikir bahwa dia
Eventually would cave in
Akan menyerah pada akhirnya
Reach out, but no sir-eee
Menghubungi, tapi tidak, sama sekali tidak
He discovered self-control (He discovered it this week)
Dia menemukan pengendalian diri (Dia menemukannya minggu ini)
This week
Minggu ini
Here we go again, crying in bed
Nah, kita mulai lagi, nangis di tempat tidur
What a familiar feeling
Rasa yang sangat familiar
All my friends, in love, and I'm the one
Semua temanku jatuh cinta, dan aku yang jadi pengganggu
They call for a third wheeling
Mereka memanggilku untuk jadi lampu sorot ketiga
Probably should have guessed he's like the rest
Mungkin seharusnya aku sudah menebak dia sama seperti yang lain
So fine and so deceiving
Sangat tampan dan menipu
There's nobody's son, not anyone left for me to believe in (Believe in, no)
Tidak ada anak siapa pun, tidak ada yang tersisa untuk aku percayai (Percayai, tidak)
That boy is corrupt
Anak itu rusak
Could you raise him to love me, maybe?
Bisakah kamu membesarkannya untuk mencintaiku, mungkin?
He sure fucked me up
Dia benar-benar menghancurkanku
And, yes, I'm talking 'bout your baby
Dan, ya, aku bicara tentang bayimu
That boy is corrupt
Anak itu rusak
Get PTSD on the daily
Mendapat PTSD setiap hari
He sure fucked me up
Dia benar-benar menghancurkanku
And, yes, I'm talking 'bout your baby
Dan, ya, aku bicara tentang bayimu
Here we go again, crying in bed
Nah, kita mulai lagi, nangis di tempat tidur
What a familiar feeling
Rasa yang sangat familiar
All my friends, in love, and I'm the one
Semua temanku jatuh cinta, dan aku yang jadi pengganggu
They call for a third wheeling
Mereka memanggilku untuk jadi lampu sorot ketiga
Probably should have guessed he's like the rest
Mungkin seharusnya aku sudah menebak dia sama seperti yang lain
So fine and so deceiving
Sangat tampan dan menipu
There's nobody's son, not anyone left for me to believe in
Tidak ada anak siapa pun, tidak ada yang tersisa untuk aku percayai
Makna Lagu Nobody's Son - Sabrina Carpenter
Lirik lagu ini menggambarkan seseorang yang lagi ada di fase capek banget sama hubungan yang selalu berakhir sama. Dia ditinggal dengan alasan "butuh berkembang secara emosional", yang sebenarnya terasa seperti alasan klasik. Dari situ, langsung kerasa kalau ini bukan pertama kalinya dia ngalamin hal kayak gini, karena dia sendiri bilang "here we go again", seolah ini pola yang terus berulang dalam hidupnya.
Di bagian tengah, keliatan rasa kecewa yang makin dalam. Dia merasa selalu jadi "yang sendirian" di antara teman-temannya yang bahagia dengan hubungan mereka. Ada juga rasa sadar kalau cowok yang dia temui ternyata sama aja seperti yang sebelumnya, terlihat baik di awal tapi akhirnya mengecewakan. Ini bikin dia mulai kehilangan kepercayaan, bukan cuma ke orang lain tapi juga ke konsep cinta itu sendiri.
Di bagian akhir, emosinya makin meledak. Dia bukan cuma sedih, tapi juga marah dan frustrasi. Ada rasa "trauma" dari hubungan yang bikin dia susah percaya lagi. Intinya, lagu ini tentang kelelahan emosional karena terus terjebak di hubungan yang salah, tentang rasa kesepian di tengah orang-orang yang bahagia, dan tentang struggle untuk tetap percaya sama cinta setelah berkali-kali disakitin.