Gambar pudar terukir di kaca.
Counting the hours that would not pass.
Menghitung jam yang tak kunjung berlalu.
Crossing the threshold, standing still.
Melewati ambang pintu, berdiri diam.
Walk through these halls that once were filled.
Melangkah melalui lorong-lorong yang dulunya penuh.
These walls ripped down.
Dinding-dinding ini hancur.
They’re screaming out.
Mereka berteriak.
No one can save us now.
Tak ada yang bisa menyelamatkan kita sekarang.
Cursed is the light.
Terkutuklah cahaya ini.
Which enters this place.
Yang masuk ke tempat ini.
Wrapping the dark in curtains and lace.
Membungkus kegelapan dalam tirai dan renda.
Hiding what's inside.
Menyembunyikan apa yang ada di dalam.
The truth we never find.
Kebenaran yang tak pernah kita temukan.
You'll never make a sound;
Kau tak akan pernah bersuara;
no one will hear a sound.
tak ada yang akan mendengar suara.
No one can save us now.
Tak ada yang bisa menyelamatkan kita sekarang.
We have walked the trail of dead.
Kita telah berjalan di jalur kematian.
We have washed our hands of this night.
Kita telah mencuci tangan dari malam ini.
Cursing the lives.
Mengutuk kehidupan ini.
That enter this place.
Yang memasuki tempat ini.
Wrapping their wounds.
Membungkus luka-luka mereka.
In white cotton lace.
Dalam renda kapas putih.
Holding what's inside.
Menahan apa yang ada di dalam.
The truth we never find.
Kebenaran yang tak pernah kita temukan.
You'll never make a sound;
Kau tak akan pernah bersuara;
no one will hear a sound.
tak ada yang akan mendengar suara.
No one can save us now.
Tak ada yang bisa menyelamatkan kita sekarang.
We have walked the trail of dead.
Kita telah berjalan di jalur kematian.
We have washed our hands of this night.
Kita telah mencuci tangan dari malam ini.