Adu pandang
U uh
Duh, gimana ini ya?
Saat adu pandang
Buat pipiku merah merona
Ku pura-pura tenang
Walau berdegup kencang
Tetap kupasang muka rupawan
Celakanya hati ini
Kalah telak dibuatnya
Haruskah bertemu tanpa aba-aba?
Dulunya curi-curi pandang
Ujung-ujungnya malah sayang
Pikiran t'rus melayang
Izinkanku
Terjun bebas ke hatimu
'Tuk berikan semua rasa cinta
Mohon bolehkanku
Milikimu sepenuhnya
Tak mau buang-buang waktu
'Tuk jatuh cinta
Lihai dia membaca mata
Kala tersipu malu
Lagi-lagi aku kasmaran
Celakanya hati ini
Kalah telak dibuatnya
Haruskah bertemu tanpa aba-aba?
Dulunya curi-curi pandang
Ujung-ujungnya malah sayang
Pikiran t'rus melayang
Oo ooh
Izinkanku
Terjun bebas ke hatimu
'Tuk berikan semua rasa cinta
Mohon bolehkanku
Milikimu sepenuhnya
Tak mau buang-buang waktu
'Tuk jatuh, oh
Memang iya malu tapi mau
Maunya ku hanya denganmu, u uh
Kita sama-sama tahu
Rasa ini ada
Biarkan semua jadi nyata, aa aah
Izinkanku
Terjun bebas ke hatimu
(Terjun bebas melayang)
'Tuk berikan semua rasa cinta
(Rasa cinta)
Mohon bolehkanku
Milikimu sepenuhnya
Tak mau buang-buang waktu
'Tuk jatuh cinta
Izinkanku
Terjun bebas ke hatimu
'Tuk berikan semua rasa cinta
Mohon bolehkanku
Milikimu sepenuhnya
(Sepenuhnya)
Tak mau buang-buang waktu
'Tuk jatuh cinta
Makna Lagu Adu Pandang
Lagu ini bercerita tentang seseorang yang awalnya hanya saling curi-curi pandang dengan orang yang disukainya. Namun, dari tatapan-tatapan kecil itu justru muncul rasa cinta yang semakin kuat. Ia merasa malu dan gugup setiap kali bertemu, tetapi di saat yang sama tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya karena mulai jatuh hati.
Pada akhirnya, ia tidak ingin hanya menyimpan perasaan tersebut dalam hati. Ia ingin berani mendekat, memberikan seluruh rasa cintanya, dan berharap bisa menjadi bagian dari hidup orang yang disukainya. Intinya, lagu ini menggambarkan perasaan kasmaran yang muncul dari ketertarikan sederhana hingga berubah menjadi keinginan untuk menjalin hubungan yang nyata, tanpa ingin membuang waktu untuk terus memendam rasa.