Sekali aku mencoba mendayung
‘Cause you know I hate to fly
Karena kau tahu aku benci terbang
so I set out from the coast
Jadi aku berangkat dari pantai
But got battered by the tide
Tapi aku terhempas oleh ombak
As I glided back to shore
Saat aku meluncur kembali ke pantai
I raised an angry oar
Aku mengangkat dayung dengan marah
And cursed that blue divide
Dan mengutuk pemisahan biru itu
As if it weren’t enough
Seolah itu belum cukup
To still be stranded on the wrong side
Masih terjebak di sisi yang salah
I landed in the surf
Aku terjatuh di ombak
When a breaker hit my blind side
Saat gelombang menghantam sisi butaku
And when my clothes had dried
Dan ketika bajuku sudah kering
I hung my head and cried
Aku menundukkan kepala dan menangis
Beside that blue divide
Di samping pemisahan biru itu
Because all that time I thought
Karena selama ini aku pikir
That you and I were lost
Bahwa kau dan aku tersesat
A toss long fallen wide
Sebuah lemparan yang sudah lama terjatuh
In that blue divide
Di pemisahan biru itu
That endless blue divide
Pemisahan biru yang tak berujung
So I climbed up on a dune
Jadi aku mendaki ke atas bukit pasir
And found Marconi with his radio
Dan menemukan Marconi dengan radionya
He was looking kind of blue
Dia terlihat agak murung
His antenna rusted long ago
Antennanya berkarat sejak lama
Sitting on the cliff
Duduk di tebing
We shared a handkerchief
Kami berbagi saputangan
Above that blue divide
Di atas pemisahan biru itu
I waved it in the hope
Aku melambai-lambaikannya dengan harapan
That you owned a telescope
Bahwa kau punya teleskop
That could pierce that blue divide
Yang bisa menembus pemisahan biru itu
I thought I was marooned
Aku pikir aku terasing
Til I caught sight of your balloon
Sampai aku melihat balonmu
Rising with the moon
Meninggi bersama bulan
Across that blue divide
Di seberang pemisahan biru itu
That endless blue divide
Pemisahan biru yang tak berujung