Lagu ini menggambarkan perasaan jatuh cinta yang kuat banget sampai terasa seperti kehilangan kendali. Sosok yang disukai digambarkan punya aura yang effortless, santai, tapi justru itu yang bikin makin menarik. Tanpa sadar, sikapnya yang kelihatan cuek malah bikin si tokoh jadi terus kepikiran, bahkan sampai merasa terengah-engah karena terlalu terbawa perasaan.
Di dalam lagu ini juga kerasa banget konflik batin yang dialami. Dia tahu kalau orang ini mungkin bukan pilihan yang baik dan hubungan ini bisa berakhir buruk, tapi tetap saja dia nggak bisa menjauh. Bahkan sampai minta diyakinkan kalau dia salah, seolah butuh alasan buat berhenti, padahal dalam hati dia sudah tahu jawabannya. Perasaan “butuh” itu lebih kuat daripada logika.
Akhirnya, lagu ini lebih ke tentang cinta yang bikin candu dan susah dilepas. Sampai di titik di mana dia rela memilih orang itu dibanding hal lain yang lebih aman atau masuk akal. Buat dia, kehadiran orang ini sudah jadi sesuatu yang terlalu berarti, sampai mustahil untuk ditinggalkan begitu saja.