HOME » LIRIK LAGU » R » RAY DAVIES » LIRIK LAGU RAY DAVIES

Lirik Lagu The Front Room (Dialogue) (Terjemahan) - Ray Davies

X

TIPS PENCARIAN LIRIK FAVORIT ANDA

ANDA MENGETAHUI JUDUL DAN NAMA PENYANYI

  • Ketikkan nama penyanyi dan judul lagu, berikan tanda kutip di judul lagu, misal: Yovie "Menjaga Hati";
  • bila tidak berhasil, coba untuk mengilangkan tanda kutip, misal: Yovie Menjaga Hati; atau
  • dapat juga dengan mengeklik menu A B C D.., lalu cari berdasarkan nama artis. Yovie dimulai dengan Y, klik Y. Lihat daftar lagu, dan dapatkan yang Anda cari.

ANDA TAK MENGETAHUI JUDUL LAGU, TAPI MENGETAHUI NAMA PENYANYI

  • Ketik nama penyanyi, misal: YOVIE, akan muncul banyak halaman, telusuri dan pilih dari halaman-halaman tersebut; atau
  • klik menu A B C D E ... berdasarkan nama artis Y, cari Yovie, dan cari lirik yang Anda cari.

ANDA TAK MENGETAHUI JUDUL LAGU, TAPI MENGETAHUI SYAIR

  • Ketikkan penggalan syair yang Anda ketahui, misal:
    Tanpamu tiada berarti
    Tak mampu lagi berdiri
    Cahaya kasihmu menuntunku
    Kembali dalam dekapan tanganmu
  • Masukkan kata-kata penting. Misal: tiada berarti berdiri cahaya dekapan.
  • Hindari kata-kata yang berkemungkinan memiliki ada dua versi atau lebih. Misal: tanpamu dapat ditulis tanpa mu.

TETAP TIDAK DAPAT MENEMUKAN LIRIK YANG ANDA CARI

  • Pilih menu A B C D E ... berdasarkan nama artis atau judul lagu.
  • Bila masih tidak dapat menemukan lirik yang Anda cari, mungkin kami bisa membantu Anda. Silakan menghubungi kami.
It was back to the drawing board, and I think it was out of frustrationKita harus mulai dari nol lagi, dan aku rasa itu karena frustrasi.we wanted to sound as distorted as Chuck Berry's guitar on Memphis Tennessee.Kami ingin suara kami terdengar seberantakan gitar Chuck Berry di Memphis Tennessee.We played the record so many times on that old radiogramKami memutar rekaman itu berkali-kali di radiogram tua ituand so loud, that some of the speakers were crackling in the radiogram,dan dengan suara keras, sampai beberapa speaker di radiogram itu berbunyi retak,completely distorted. And the valves were rattling in the machine.benar-benar berantakan. Dan tabung-tabungnya bergetar di mesin itu.So, in fact, you know, God save the Queen sounded like Chuck Berry.Jadi, sebenarnya, kau tahu, "God Save the Queen" terdengar seperti Chuck Berry.Everything sounded really distorted. And Dave and I thoughtSemua suara terdengar sangat berantakan. Dan Dave dan aku berpikir"How can we make the green amp sound that distorted?"."Bagaimana kita bisa membuat amplifier hijau itu terdengar seberantakan itu?".So Dave took one of mums knitting-needles and he stuck it into theJadi Dave mengambil salah satu jarum rajut ibu dan mencolokkannya kespeakers of the little green amp. The Dave played a chord. Pfft.speaker amplifier hijau kecil itu. Lalu Dave memainkan sebuah akor. Pfft.It sounded great, yes! Brilliant. That's the sound.Suara itu luar biasa, ya! Brilian. Itulah suaranya.Dave rechristened the green amp "the fart box".Dave menamai ulang amplifier hijau itu "kotak kentut".Now as I said the front room was a place where we had celebrationsSekarang seperti yang aku katakan, ruang depan adalah tempat di mana kami merayakanusually, singsongs.biasanya, menyanyi bersama.When we very young, when I was 13 years old, our oldest sister cameKetika kami masih sangat muda, saat aku berusia 13 tahun, kakak tertua kami pulangback from Canada where she had emigrated after the war and she dieddari Kanada, tempat ia beremigrasi setelah perang, dan dia meninggalin tragic circumstances. So at the age of 30 she was buried and we haddalam keadaan tragis. Jadi pada usia 30 tahun dia dimakamkan dan kami mengalamia new experience in the front room: a wake.pengalaman baru di ruang depan: sebuah peringatan.But Dave and I were surprised that these adults, still drinking and singingTapi Dave dan aku terkejut melihat orang dewasa ini, masih minum dan bernyanyisongs. We thought that was odd as they were all dressed in black,lagu-lagu. Kami pikir itu aneh karena mereka semua berpakaian hitam,that it was a sad time.itu adalah waktu yang menyedihkan.It's hard to describe the front room. It had a really magical quality to it,Sulit untuk menggambarkan ruang depan. Ada sesuatu yang sangat magis di dalamnya,really spiritual in a way. I went to a church school, but the closest I felt tobenar-benar spiritual dengan cara tertentu. Aku bersekolah di sekolah gereja, tapi yang paling dekat aku rasakan denganreligion was not when I was singing in the school choir or when I was atagama bukan saat aku bernyanyi di paduan suara sekolah atau saat aku diSunday school which I always went to. But it was more when I rehearsedsekolah Minggu yang selalu aku ikuti. Tapi lebih dari itu, saat aku berlatihwith Dave in the front room.dengan Dave di ruang depan.