Lagu Losing Us dari Raissa Anggiani ini ngebahas tentang hubungan yang nggak sehat yang penuh rasa sayang, tapi juga penuh luka. Di awal, ada perasaan cinta yang tulus banget, bahkan dua-duanya sama-sama ngerasa. Tapi ternyata, apa yang dikira "happy ending" justru jadi awal dari masalah. Pasangannya pergi, datang lagi, minta maaf, tapi terus ngulang kesalahan yang sama. Di sini kerasa banget capeknya seseorang yang terus berharap, tapi juga terus disakitin.
Bagian yang paling kena itu waktu dia mulai mempertanyakan semuanya "kenapa aku harus balik ke kamu kalau kamu aja nggak butuh aku?" Ini bukan cuma soal cinta, tapi juga soal harga diri. Dia sadar kalau terus bertahan berarti dia harus jadi "orang bodoh" yang terus percaya, padahal hatinya nggak pernah benar-benar dijaga. Ada konflik batin antara masih sayang banget dan mulai sadar kalau hubungan ini malah bikin dia kehilangan dirinya sendiri.
Intinya, lagu ini tentang titik sadar dalam hubungan toxic saat kamu mulai ngerti kalau cinta aja nggak cukup kalau nggak ada usaha dan konsistensi dari dua pihak. Kadang, pergi itu bukan karena udah nggak sayang, tapi karena capek disakitin terus. Dan di akhir, ada pesan yang cukup dalam kalau dipaksain terus, bukan cuma kehilangan dia, tapi juga kehilangan "kita" yang dulu pernah ada.