Lirik ini ngomongin tentang kehilangan, tapi bukan yang pengin cepet-cepet dilupain. Justru sebaliknya, si "aku" malah berharap dukanya tetap ada selamanya. Kedengarannya emang aneh di awal, tapi ternyata duka itu jadi satu-satunya cara buat tetap ngerasain kehadiran orang yang udah pergi. Soalnya di dalam duka itu, ada kenangan, ada cinta, ada momen-momen indah yang nggak mau hilang. Jadi sedihnya bukan cuma soal kehilangan, tapi juga jadi bukti kalau orang itu pernah hadir dan berarti banget.
Bagian tentang "semua cinta yang belum terungkap, semua tanya yang belum terjawab, semua maaf yang belum terucap" tuh ngena banget. Rasanya kayak masih banyak hal yang belum sempat disampaikan, dan itu akhirnya cuma bisa disimpan dalam hati. Duka jadi ruang buat semua perasaan yang nggak sempat keluar. Di situ tersimpan rasa sayang, penyesalan, dan harapan yang nggak kesampaian. Sedihnya tuh bukan cuma karena ditinggal, tapi karena ada banyak "andai saja" yang nggak bisa diulang.
Di akhir, lagu ini terasa lebih ikhlas. Ada kalimat "kau hanya pergi lebih dahulu" yang nunjukin kalau perpisahan ini bukan akhir selamanya, tapi cuma jeda. Duka dianggap sebagai harga dari cinta yang besar, dan si "aku" siap bayar dengan hati yang lapang. Jadi meskipun sakit, dia memilih buat nerima dan tetap menyimpan kenangan itu sampai waktunya bertemu lagi nanti. Sedih, tapi juga penuh cinta dan harapan.