Sangat sulit untuk tahu alasannya,
It’s hard to know the truth,
Susah untuk mengetahui kebenarannya,
When it’s all over.
Ketika semuanya sudah berakhir.
And every time I look back,
Dan setiap kali aku melihat ke belakang,
I just get more confused.
Aku semakin bingung.
So I replay every kiss,
Jadi aku mengingat kembali setiap ciuman,
And every clue I might have missed.
Dan setiap petunjuk yang mungkin aku lewatkan.
Didn’t I make you happy?
Bukankah aku membuatmu bahagia?
Didn’t I get inside your heart?
Bukankah aku masuk ke dalam hatimu?
Didn’t I make you love me?
Bukankah aku membuatmu mencintai aku?
Didn’t I?
Bukankah aku?
Didn’t I, now, baby?
Bukankah aku, sayang?
I turned my world upside down.
Aku membalikkan duniamu.
I turned myself inside out,
Aku membuka diriku sepenuhnya,
But I still lost you,
Tapi aku tetap kehilanganmu,
Didn’t I?
Bukankah aku?
Didn’t I?
Bukankah aku?
Why do I keep believing?
Kenapa aku terus percaya?
What am I hoping for?
Apa yang aku harapkan?
Why can’t I let you go?
Kenapa aku tidak bisa melepaskanmu?
I did all I could do.
Aku sudah melakukan segalanya yang bisa kulakukan.
Why do I think there’s something more?
Kenapa aku berpikir ada sesuatu yang lebih?
I just don’t understand,
Aku hanya tidak mengerti,
How love slipped right through our hands,
Bagaimana cinta bisa lolos begitu saja dari tangan kita,
Didn’t I make you happy?
Bukankah aku membuatmu bahagia?
Didn’t I get inside your heart?
Bukankah aku masuk ke dalam hatimu?
Didn’t I make you love me?
Bukankah aku membuatmu mencintai aku?
Didn’t I?
Bukankah aku?
Didn’t I, now, baby?
Bukankah aku, sayang?
I turned my world upside down.
Aku membalikkan duniamu.
I turned myself inside out,
Aku membuka diriku sepenuhnya,
But I still lost you,
Tapi aku tetap kehilanganmu,
Didn’t I?
Bukankah aku?
Why do I think the fault is mine?
Kenapa aku berpikir kesalahan ini milikku?
Was it me at the wrong time?
Apakah aku datang di waktu yang salah?
Maybe I could move on,
Mungkin aku bisa melanjutkan hidup,
If I knew the reason why.
Jika aku tahu alasannya.
Instrumental break.
Pemisahan instrumental.
I turned my world upside down.
Aku membalikkan duniamu.
I turned myself inside out,
Aku membuka diriku sepenuhnya,
But I still lost you,
Tapi aku tetap kehilanganmu,
Didn’t I?
Bukankah aku?
Didn’t I?
Bukankah aku?