Lirik What Would Have Been? Feat Park Jung Hyun (Terjemahan) - PSY
X
Tips Pencarian Lirik Favorit Anda
Anda Mengetahui Judul dan Nama Penyanyi
- Ketikkan nama penyanyi dan judul lagu, berikan tanda kutip di judul lagu, misal: Yovie "Menjaga Hati";
- bila tidak berhasil, coba untuk mengilangkan tanda kutip, misal: Yovie Menjaga Hati; atau
- dapat juga dengan mengeklik menu A B C D.., lalu cari berdasarkan nama artis. Yovie dimulai dengan Y, klik Y. Lihat daftar lagu, dan dapatkan yang Anda cari.
Anda Tidak mengetahui Judul Lagu, Tetapi Mengetahui Nama Penyanyi
- Ketik nama penyanyi, misal: YOVIE, akan muncul banyak halaman, telusuri dan pilih dari halaman-halaman tersebut; atau
- klik menu A B C D E ... berdasarkan nama artis Y, cari Yovie, dan cari lirik yang Anda cari.
Anda Tidak Mengetahui Judul Lagu, Tetapi mengetahui Syair
- Ketikkan penggalan syair yang Anda ketahui, misal:
Tanpamu tiada berarti
Tak mampu lagi berdiri
Cahaya kasihmu menuntunku
Kembali dalam dekapan tanganmu - Masukkan kata-kata penting. Misal: tiada berarti berdiri cahaya dekapan.
- Hindari kata-kata yang berkemungkinan memiliki ada dua versi atau lebih. Misal: tanpamu dapat ditulis tanpa mu.
TETAP TIDAK DAPAT MENEMUKAN LIRIK YANG ANDA CARI
- Pilih menu A B C D E ... berdasarkan nama artis atau judul lagu.
- Bila masih tidak dapat menemukan lirik yang Anda cari, mungkin kami bisa membantu Anda. Silakan menghubungi kami.
My past love, my past person
Cintaku yang lalu, orang yang pernah ada di hidupku
Sometimes, I ask how you’re doing to myself
Kadang, aku bertanya-tanya bagaimana kabarmu pada diriku sendiri
Then I smile by myself
Lalu aku tersenyum sendiri
I pour out the faded memories of back then in this empty glass
Aku menuangkan kenangan yang memudar dari masa lalu ke dalam gelas kosong ini
The glass fills and overflows
Gelas itu penuh dan meluap
I drink my memories
Aku meneguk kenangan-kenangan itu
Those memories are bitter but delicious
Kenangan-kenangan itu pahit tapi lezat
We were stronger than most strong liquors back then
Dulu kita lebih kuat dari kebanyakan minuman keras yang ada
Even after seeing you and seeing you, I missed you
Bahkan setelah bertemu dan bertemu lagi, aku tetap merindukanmu
Even after loving you and loving you, we were hungry for each other
Bahkan setelah mencintaimu dan mencintaimu lagi, kita tetap haus satu sama lain
I was thirsty
Aku sangat merindukanmu
We were so good, there was no reason for us to break up
Kita sangat baik bersama, tidak ada alasan bagi kita untuk berpisah
Why did we do that? We didn’t know love back then
Kenapa kita melakukan itu? Dulu kita tidak mengerti cinta
We didn’t know that love was love
Kita tidak tahu bahwa cinta itu cinta
I draw you out by myself
Aku mengingatmu sendirian
If only we didn’t break up
Seandainya kita tidak berpisah
What would it have been like (back then if I)
Seperti apa rasanya (dulu jika aku)
What would it have been like (I held onto you)
Seperti apa rasanya (jika aku memegangmu)
What would it have been like (would we have been happier than right now)
Seperti apa rasanya (apakah kita akan lebih bahagia dari sekarang)
What would it have been like (On the last day)
Seperti apa rasanya (di hari terakhir)
What would it have been like (If I hugged you)
Seperti apa rasanya (jika aku memelukmu)
What would it have been like (Would we have been together till now?)
Seperti apa rasanya (apakah kita akan bersama sampai sekarang?)
The morning after we stayed up all night
Pagi setelah kita begadang semalaman
I jolted awake and closed the window
Aku terbangun dan menutup jendela
As if we were the birds out the window, children who don’t want to go to sleep, like elementary students
Seolah kita adalah burung di luar jendela, anak-anak yang tidak ingin tidur, seperti siswa SD
Even though no one was there, we whispered to each other without anyone knowing, so no one can hear us
Meskipun tidak ada orang lain, kita berbisik satu sama lain tanpa ada yang tahu, jadi tidak ada yang bisa mendengar kita
Back then, our temperature was hotter than the equator down below
Dulu, suhu kita lebih panas dari khatulistiwa di bawah
We got angry, we burned up even though it wasn’t a cold
Kita marah, kita terbakar meskipun tidak dingin
If I place my ears on any part of your body, I heard your pulse
Jika aku menempelkan telingaku di tubuhmu, aku mendengar detak jantungmu
I still hear your sound of that day
Aku masih mendengar suaramu dari hari itu
Why did we do that? We didn’t know love back then
Kenapa kita melakukan itu? Dulu kita tidak mengerti cinta
We didn’t know that love was love
Kita tidak tahu bahwa cinta itu cinta
I draw you out by myself
Aku mengingatmu sendirian
If only we didn’t break up
Seandainya kita tidak berpisah
What would it have been like (back then if I)
Seperti apa rasanya (dulu jika aku)
What would it have been like (I held onto you)
Seperti apa rasanya (jika aku memegangmu)
What would it have been like (would we have been happier than right now)
Seperti apa rasanya (apakah kita akan lebih bahagia dari sekarang)
What would it have been like (On the last day)
Seperti apa rasanya (di hari terakhir)
What would it have been like (If I hugged you)
Seperti apa rasanya (jika aku memelukmu)
What would it have been like (Would we have been together till now?)
Seperti apa rasanya (apakah kita akan bersama sampai sekarang?)
You don’t live before my eyes but
Kau tidak ada di depan mataku tetapi
You live when I close them
Kau ada saat aku menutup mata
In another person’s arms,
Dalam pelukan orang lain,
Thinking the same memories
Memikirkan kenangan yang sama
You’re not by my side but
Kau tidak ada di sisiku tetapi
My body remembers you
Tubuhku mengingatmu
In another person’s arms,
Dalam pelukan orang lain,
Thinking the same memories
Memikirkan kenangan yang sama
Why did we do that? We didn’t know love back then
Kenapa kita melakukan itu? Dulu kita tidak mengerti cinta
We didn’t know that love was love
Kita tidak tahu bahwa cinta itu cinta
I draw you out by myself
Aku mengingatmu sendirian
If only we didn’t break up
Seandainya kita tidak berpisah
What would it have been like (back then if I)
Seperti apa rasanya (dulu jika aku)
What would it have been like (I held onto you)
Seperti apa rasanya (jika aku memegangmu)
What would it have been like (would we have been happier than right now)
Seperti apa rasanya (apakah kita akan lebih bahagia dari sekarang)
What would it have been like (On the last day)
Seperti apa rasanya (di hari terakhir)
What would it have been like (If I hugged you)
Seperti apa rasanya (jika aku memelukmu)
What would it have been like (Would we have been together till now?)
Seperti apa rasanya (apakah kita akan bersama sampai sekarang?)
Cintaku yang lalu, orang yang pernah ada di hidupku
Sometimes, I ask how you’re doing to myself
Kadang, aku bertanya-tanya bagaimana kabarmu pada diriku sendiri
Then I smile by myself
Lalu aku tersenyum sendiri
I pour out the faded memories of back then in this empty glass
Aku menuangkan kenangan yang memudar dari masa lalu ke dalam gelas kosong ini
The glass fills and overflows
Gelas itu penuh dan meluap
I drink my memories
Aku meneguk kenangan-kenangan itu
Those memories are bitter but delicious
Kenangan-kenangan itu pahit tapi lezat
We were stronger than most strong liquors back then
Dulu kita lebih kuat dari kebanyakan minuman keras yang ada
Even after seeing you and seeing you, I missed you
Bahkan setelah bertemu dan bertemu lagi, aku tetap merindukanmu
Even after loving you and loving you, we were hungry for each other
Bahkan setelah mencintaimu dan mencintaimu lagi, kita tetap haus satu sama lain
I was thirsty
Aku sangat merindukanmu
We were so good, there was no reason for us to break up
Kita sangat baik bersama, tidak ada alasan bagi kita untuk berpisah
Why did we do that? We didn’t know love back then
Kenapa kita melakukan itu? Dulu kita tidak mengerti cinta
We didn’t know that love was love
Kita tidak tahu bahwa cinta itu cinta
I draw you out by myself
Aku mengingatmu sendirian
If only we didn’t break up
Seandainya kita tidak berpisah
What would it have been like (back then if I)
Seperti apa rasanya (dulu jika aku)
What would it have been like (I held onto you)
Seperti apa rasanya (jika aku memegangmu)
What would it have been like (would we have been happier than right now)
Seperti apa rasanya (apakah kita akan lebih bahagia dari sekarang)
What would it have been like (On the last day)
Seperti apa rasanya (di hari terakhir)
What would it have been like (If I hugged you)
Seperti apa rasanya (jika aku memelukmu)
What would it have been like (Would we have been together till now?)
Seperti apa rasanya (apakah kita akan bersama sampai sekarang?)
The morning after we stayed up all night
Pagi setelah kita begadang semalaman
I jolted awake and closed the window
Aku terbangun dan menutup jendela
As if we were the birds out the window, children who don’t want to go to sleep, like elementary students
Seolah kita adalah burung di luar jendela, anak-anak yang tidak ingin tidur, seperti siswa SD
Even though no one was there, we whispered to each other without anyone knowing, so no one can hear us
Meskipun tidak ada orang lain, kita berbisik satu sama lain tanpa ada yang tahu, jadi tidak ada yang bisa mendengar kita
Back then, our temperature was hotter than the equator down below
Dulu, suhu kita lebih panas dari khatulistiwa di bawah
We got angry, we burned up even though it wasn’t a cold
Kita marah, kita terbakar meskipun tidak dingin
If I place my ears on any part of your body, I heard your pulse
Jika aku menempelkan telingaku di tubuhmu, aku mendengar detak jantungmu
I still hear your sound of that day
Aku masih mendengar suaramu dari hari itu
Why did we do that? We didn’t know love back then
Kenapa kita melakukan itu? Dulu kita tidak mengerti cinta
We didn’t know that love was love
Kita tidak tahu bahwa cinta itu cinta
I draw you out by myself
Aku mengingatmu sendirian
If only we didn’t break up
Seandainya kita tidak berpisah
What would it have been like (back then if I)
Seperti apa rasanya (dulu jika aku)
What would it have been like (I held onto you)
Seperti apa rasanya (jika aku memegangmu)
What would it have been like (would we have been happier than right now)
Seperti apa rasanya (apakah kita akan lebih bahagia dari sekarang)
What would it have been like (On the last day)
Seperti apa rasanya (di hari terakhir)
What would it have been like (If I hugged you)
Seperti apa rasanya (jika aku memelukmu)
What would it have been like (Would we have been together till now?)
Seperti apa rasanya (apakah kita akan bersama sampai sekarang?)
You don’t live before my eyes but
Kau tidak ada di depan mataku tetapi
You live when I close them
Kau ada saat aku menutup mata
In another person’s arms,
Dalam pelukan orang lain,
Thinking the same memories
Memikirkan kenangan yang sama
You’re not by my side but
Kau tidak ada di sisiku tetapi
My body remembers you
Tubuhku mengingatmu
In another person’s arms,
Dalam pelukan orang lain,
Thinking the same memories
Memikirkan kenangan yang sama
Why did we do that? We didn’t know love back then
Kenapa kita melakukan itu? Dulu kita tidak mengerti cinta
We didn’t know that love was love
Kita tidak tahu bahwa cinta itu cinta
I draw you out by myself
Aku mengingatmu sendirian
If only we didn’t break up
Seandainya kita tidak berpisah
What would it have been like (back then if I)
Seperti apa rasanya (dulu jika aku)
What would it have been like (I held onto you)
Seperti apa rasanya (jika aku memegangmu)
What would it have been like (would we have been happier than right now)
Seperti apa rasanya (apakah kita akan lebih bahagia dari sekarang)
What would it have been like (On the last day)
Seperti apa rasanya (di hari terakhir)
What would it have been like (If I hugged you)
Seperti apa rasanya (jika aku memelukmu)
What would it have been like (Would we have been together till now?)
Seperti apa rasanya (apakah kita akan bersama sampai sekarang?)