Lime Street di sore hari
everybody crazy as a coon
semua orang gila seperti orang kebanyakan
I’m running round in my underpants
aku berlarian hanya pakai celana dalam
trying to find some kinda romance
coba mencari cinta yang entah di mana
Quarter past three [sic] on Lime Street
Sudah lewat seperempat empat di Lime Street
I got whipped right offa my feet
Aku terjatuh tak berdaya
Didn’t realize that I’d been caught
Tak sadar kalau aku sudah terjebak
till I found myself in the County Court
sampai aku menemukan diriku di pengadilan daerah
‘Mr Judge,’ I said, ‘Won’t you please be kind
‘Yang Mulia Hakim,’ kataku, ‘Tolonglah baik hati
Have pity on me, a poor orphan child?’
Kasihanilah aku, seorang anak yatim yang malang?’
Mr Judge he says with a long mean frown
Yang Mulia Hakim menjawab dengan ekspresi sinis
‘Orphan or not, you’re going down!’
‘Yatim atau tidak, kamu akan dihukum!’
Well I screamed on my knees in the witness box,
Aku berteriak sambil berlutut di kotak saksi,
‘Lord have mercy on my golden locks.’
‘Tuhan, kasihanilah rambutku yang berkilau ini.’
The judge I could see that he was snide
Kulihat hakim itu sangat sinis
He says, ‘The only kind of blonde you are’s a peroxide!’
Dia berkata, ‘Satu-satunya blonde yang kamu miliki adalah yang dicat!’
Oh Lime Street, Lime Street
Oh Lime Street, Lime Street
Lime Street, that’s where we meet
Lime Street, di situlah kita bertemu