Udah waktunya pergi ke selatan
Gue dan PORIS main di musik edan
Ga ada yang terkesan gue, peduli setan
Yang penting gue asik sambil sempoyongan, hah
Gaya gue aneh, musik gue aneh, emangnya kenape?
Kok lu yang ga suka? Kok lu yang marah?
Up to you lah, I cant hear, lu semua
Pada ngeclaim yang paling A
Pada ngeclaim si paling pertama
Pada ngeclaim si paling dah
Lo bilang gue aneh, tapi lo jilat ludah
Lo mau ngomong apa, itu terserah lu dah
Musik gua, gaya gua, gua yang desain (ooh)
Jadi jangan atur cara gua bermain (yeah)
Gua ke selatan gua bawa ombak (yeah)
Gue dan PORIS sekarang mulai bergerak (yeah)
Kasih jalan tuk mereka berjalan (yeah)
Gua mau kenalan (yeah)
{chorus}
Awas ada ombak, aye
Awas ada ombak, aye
Awas ada ombak
Awas ada ombak, aye
Awas ada ombak, yeah
Awas ada ombak, aye
Awas ada ombak, aye
Awas ada ombak, yeah
Awas ada ombak, yeah hey
Awas ada ombak, aye hey
Awas ada ombak, aye hey
Awas ada ombak, aye huh
Awas ada ombak, aye
Awas ada ombak, aye
Awas ada ombak, yeah
Awas ada ombak, yeah
Makna Lagu 'Ombak'
Lagu ini menggambarkan sikap bebas dan cuek dari seorang musisi yang menolak tunduk pada ekspektasi siapa pun. Ia menegaskan bahwa gaya dan musiknya memang berbeda, bahkan aneh, namun justru itulah identitas yang ingin ia rayakan. Kritik orang lain tidak lagi berpengaruh; ia memilih menikmati hidup, berkarya bersama lingkarannya, dan melangkah ke “selatan” sebagai simbol gerakan baru yang penuh energi dan ketidakpedulian terhadap aturan lama.
Repetisi “awas ada ombak” menjadi metafora untuk gelombang perubahan yang sedang mereka bawa. Ombak ini menggambarkan kehadiran mereka yang kuat, mengalir, dan tak bisa dihentikan. Mereka datang dengan gaya, suara, dan arah sendiri, meminta ruang bukan dengan permisi, tetapi dengan momentum. Lagu ini akhirnya menjadi pernyataan bahwa mereka siap mengguncang, dan siapa pun yang menghadang sebaiknya bersiap menghadapi gelombang kreatif yang sedang bergerak.