Lirik Ini Abadi - Perunggu
X
Tips Pencarian Lirik Favorit Anda
Anda Mengetahui Judul dan Nama Penyanyi
- Ketikkan nama penyanyi dan judul lagu, berikan tanda kutip di judul lagu, misal: Yovie "Menjaga Hati";
- bila tidak berhasil, coba untuk mengilangkan tanda kutip, misal: Yovie Menjaga Hati; atau
- dapat juga dengan mengeklik menu A B C D.., lalu cari berdasarkan nama artis. Yovie dimulai dengan Y, klik Y. Lihat daftar lagu, dan dapatkan yang Anda cari.
Anda Tidak mengetahui Judul Lagu, Tetapi Mengetahui Nama Penyanyi
- Ketik nama penyanyi, misal: YOVIE, akan muncul banyak halaman, telusuri dan pilih dari halaman-halaman tersebut; atau
- klik menu A B C D E ... berdasarkan nama artis Y, cari Yovie, dan cari lirik yang Anda cari.
Anda Tidak Mengetahui Judul Lagu, Tetapi mengetahui Syair
- Ketikkan penggalan syair yang Anda ketahui, misal:
Tanpamu tiada berarti
Tak mampu lagi berdiri
Cahaya kasihmu menuntunku
Kembali dalam dekapan tanganmu - Masukkan kata-kata penting. Misal: tiada berarti berdiri cahaya dekapan.
- Hindari kata-kata yang berkemungkinan memiliki ada dua versi atau lebih. Misal: tanpamu dapat ditulis tanpa mu.
TETAP TIDAK DAPAT MENEMUKAN LIRIK YANG ANDA CARI
- Pilih menu A B C D E ... berdasarkan nama artis atau judul lagu.
- Bila masih tidak dapat menemukan lirik yang Anda cari, mungkin kami bisa membantu Anda. Silakan menghubungi kami.
Dihentak sunyi, geram gusarmu mulai
Gerayangi kupingku
Dibungkam lagi janji yang sumbang itu
Tak semenarik dulu
Sejuk wangimu tersisa di sela-sela
Baju hangatku
Terakhir kali kita bicarakan semua
Besok kan bagaimana?
Lihatlah semua sudut itu
Bandung kan selalu memelukmu
Dinginnya hangatkanmu selalu
Dilengkapi lapisan selimut
Yang berupa dekapan nadi yang
Mengalir menjadi seruan
Di hati bermuarakan kabar baru
Tentang mimpi berkecukupan
Tanpa harus lembur lagi
Ke Gambir lagi Senin pagi
Dilanjut taksi, tenangkanlah
Ini abadi
(Abadi, abadi)
(Abadi, abadi)
(Abadi, abadi)
(Abadi, abadi)
(Abadi, abadi)
(Abadi, abadi)
Gerayangi kupingku
Dibungkam lagi janji yang sumbang itu
Tak semenarik dulu
Sejuk wangimu tersisa di sela-sela
Baju hangatku
Terakhir kali kita bicarakan semua
Besok kan bagaimana?
Lihatlah semua sudut itu
Bandung kan selalu memelukmu
Dinginnya hangatkanmu selalu
Dilengkapi lapisan selimut
Yang berupa dekapan nadi yang
Mengalir menjadi seruan
Di hati bermuarakan kabar baru
Tentang mimpi berkecukupan
Tanpa harus lembur lagi
Ke Gambir lagi Senin pagi
Dilanjut taksi, tenangkanlah
Ini abadi
(Abadi, abadi)
(Abadi, abadi)
(Abadi, abadi)
(Abadi, abadi)
(Abadi, abadi)
(Abadi, abadi)