Gerayangi kupingku
Dibungkam lagi janji yang sumbang itu
Tak semenarik dulu
Sejuk wangimu tersisa di sela-sela
Baju hangatku
Terakhir kali kita bicarakan semua
Besok kan bagaimana?
Lihatlah semua sudut itu
Bandung kan selalu memelukmu
Dinginnya hangatkanmu selalu
Dilengkapi lapisan selimut
Yang berupa dekapan nadi yang
Mengalir menjadi seruan
Di hati bermuarakan kabar baru
Tentang mimpi berkecukupan
Tanpa harus lembur lagi
Ke Gambir lagi Senin pagi
Dilanjut taksi, tenangkanlah
Ini abadi
(Abadi, abadi)
(Abadi, abadi)
(Abadi, abadi)
(Abadi, abadi)
(Abadi, abadi)
(Abadi, abadi)
Makna Lagu Ini Abadi
Lirik ini menggambarkan hubungan yang sedang berada di persimpangan. Janji-janji yang dulu terasa meyakinkan kini mulai kehilangan makna, sementara rasa kesal dan kegelisahan perlahan memenuhi hubungan mereka. Meski begitu, masih ada sisa-sisa kehangatan yang tertinggal dari kebersamaan mereka, bahkan melalui hal sederhana seperti aroma yang melekat pada baju. Keduanya tampaknya sedang menghadapi pertanyaan besar tentang masa depan dan apa yang akan terjadi setelah semua yang mereka lalui.
Di bagian berikutnya, Bandung digambarkan sebagai tempat yang menawarkan kehangatan dan rasa nyaman, seolah menjadi rumah untuk kembali ketika hidup terasa melelahkan. Ada pula gambaran tentang impian menjalani hidup yang lebih tenang, tanpa harus terus bekerja keras dan menempuh perjalanan melelahkan setiap pekan. Pengulangan kata abadi memberi kesan tentang keinginan mempertahankan sesuatu yang berharga agar tidak berakhir begitu saja. Secara keseluruhan, lirik ini terasa seperti kerinduan akan kehidupan yang lebih sederhana, penuh kehangatan, dan memberi ruang bagi seseorang untuk merasa benar-benar pulang.




















