gps sudah diatur untuk jalan, bukan untuk rumah
a destination made of wood and stone
tujuan yang terbuat dari kayu dan batu
but a destination's just a place on a map
tapi tujuan hanyalah tempat di peta
and i’m not interested in going back
dan aku tidak tertarik untuk kembali
if you’re not there, then i don’t care
kalau kamu tidak ada di sana, aku tidak peduli
-
you saw the worst in me and called it brave
kamu melihat sisi terburuk dalam diriku dan menyebutnya berani
you held the parts i never thought i’d save
kamu memegang bagian yang tidak pernah aku kira akan aku selamatkan
you taught me love is quiet, love is small
kamu mengajarkan bahwa cinta itu tenang, cinta itu kecil
thank you for being there through it all
terima kasih sudah ada di sana melalui semuanya
thank you for being there through it all
terima kasih sudah ada di sana melalui semuanya
-
cause i don’t wanna come back home
karena aku tidak mau kembali ke rumah
no, i don’t wanna walk alone
tidak, aku tidak mau berjalan sendiri
I’ll leave the door unlocked
aku akan membiarkan pintu tidak terkunci
but it feels so wrong
tapi rasanya sangat salah
if you’re not there
kalau kamu tidak ada di sana
i won’t be there
aku tidak akan ada di sana
Makna Lagu 404: HOME NOT FOUND
Lagu 404: HOME NOT FOUND dari Paul Partohap ini punya makna yang dalam banget tentang "rumah" yang sebenarnya bukan soal tempat, tapi soal seseorang. Dari awal, ada gambaran kalau "rumah" cuma jadi titik di peta, sekadar bangunan dari kayu dan batu. Tapi buat dia, semua itu nggak berarti apa-apa kalau orang yang dia anggap rumah nggak ada di sana. Jadi, konsep "pulang" di sini berubah total, bukan ke tempat, tapi ke perasaan dan kehadiran seseorang.
Di bagian tengah, lagu ini jadi makin personal. Dia ngomongin seseorang yang pernah nerima dia apa adanya, bahkan sisi terburuknya. Orang ini bukan cuma hadir, tapi juga ngajarin arti cinta yang sederhana, nggak harus besar atau dramatis, cukup ada, cukup tenang. Makanya ada rasa terima kasih yang tulus banget, karena orang itu berhasil bikin dia merasa "utuh" di saat dia sendiri mungkin nggak yakin sama dirinya.
Masuk ke bagian akhir, terasa banget kehilangan dan kekosongannya. Dia bilang nggak mau pulang, nggak mau sendirian, karena tanpa orang itu, rumah udah nggak terasa seperti rumah lagi. Bahkan pintu yang dibiarkan terbuka pun terasa "salah" kalau orang itu nggak datang. Intinya, lagu ini tentang kehilangan seseorang yang dulu jadi tempat pulang, sampai akhirnya dunia terasa kosong dan nggak punya arah tanpa dia.