Tak seperti biasanya
Dan semakin sibuk masing-masing
Sibuk memikul beban sendiri
Apa kabarmu hari ini?
Jika memang waktu pertemukan lagi
Berjumpa menghabiskan hari
Tertawa bersama dan menari
Mengingat kembali
Dulu kita, sepertinya sulit tuk mengulang
Tak banyak inginku cukup kenang
Biarkanlah waktu pertanyakan
Biar takdir yang beri jawaban
Arah angin yang tak lagi sama
Menyadarkan kita untuk berpisah
Apa kabarmu hari ini?
Jika memang waktu pertemukan lagi
Berjumpa menghabiskan hari
Tertawa bersama dan menari
Mengingat kembali
Dulu kita, sepertinya sulit tuk mengulang
Tak banyak inginku cukup kenang
(Biarkan waktu pertanyakan
Biar takdir yang beri jawaba )
(Biarkan waktu pertanyakan
Biar takdir yang beri jawaba )
Makna Lagu Selasa
Lirik ini vibes-nya mellow tapi dewasa banget. Ceritanya tentang dua orang yang dulu deket, tapi sekarang hidupnya udah beda arah. Masing-masing sibuk sama perjuangan dan bebannya sendiri. Pertanyaan "Apa kabarmu hari ini?" tuh simpel, tapi rasanya dalem banget kayak masih ada peduli, cuma nggak lagi punya akses sedekat dulu.
Bagian "arah angin yang tak lagi sama" nunjukin kalau perpisahan itu bukan selalu karena drama atau marah-marahan, tapi karena keadaan. Kadang kita nggak salah, cuma waktunya aja yang nggak sejalan. Ada rasa kangen buat ketemu lagi, ketawa lagi, ngulang momen yang dulu terasa gampang banget dijalanin. Tapi di saat yang sama, dia sadar kalau mengulang persis seperti dulu itu hampir mustahil.
Intinya, lagu ini tentang belajar ikhlas. Bukan berarti nggak sayang atau nggak peduli, tapi ngerti kalau nggak semua hal harus dipaksain. Kalau memang takdir mau mempertemukan lagi, ya nanti juga ketemu. Kalau nggak, kenangan itu udah cukup jadi bagian indah yang pernah ada. Santai, nggak maksa biar waktu dan takdir aja yang jawab semuanya.