Kekacauan terjadi dalam tatapan hening
A target gaze,
Sebuah tatapan yang terarah,
For life I wonder
Untuk hidup ini aku bertanya-tanya
Spun down by fury of disease
Terjerat oleh kemarahan penyakit
So end the hunger now?
Apakah sekarang akhir dari rasa lapar ini?
Crimson rage, bleeding eye
Amarah merah, mata berdarah
Weeping wound, frenzied cry
Luka yang menangis, teriakan penuh kegilaan
Whirlwind of fury approaching nigh
Putaran kemarahan mendekat
Driven on by bleeding eye
Didorong oleh mata yang berdarah
Velvet haven, often so warm
Surga beludru, seringkali begitu hangat
How I desire thee
Betapa aku menginginkanmu
But brimming with life blood as you are now,
Namun penuh dengan darah kehidupan seperti dirimu sekarang,
Invokes an absence of entry...
Mengundang ketidakadaan jalan masuk...
Enfold me, enfold me,
Peluk aku, peluk aku,
Enfold me my scarlet queen
Peluk aku, ratuku yang merah merona
Abstinance leads to punctured shrine
Pantang mengarah pada kuil yang tertusuk
From bleeding eye
Dari mata berdarah
I'll take you here by my side
Aku akan membawamu di sampingku
You are the weakest one
Kau adalah yang terlemah
Cast off these bleeding shackles
Lepaskan belenggu yang berdarah ini
Unladen messenger of white
Utusan putih yang tak terbebani
Captured need
Kebutuhan yang terperangkap
Have I won
Apakah aku sudah menang?
Struggle now
Bersembunyi sekarang
Let me in?
Bolehkah aku masuk?