Nanging isih mikirke gawean
Kanggo nyukupi kebutuhan
Kanca kanca sampun bebojoan
Anake uwes telung tahunan
Kulo dereng gadah pasangan
Wong tuwo sampun ngendika
Gek ndang golek sigarane nyawa
Luwih enom senenge ngapusi
Sak umuran kerepe nglarani
Luwih tuwo mesti ngoyak oyak rabi
Aduh gusti kudu milih sing endi
Sing iso gemati tekan ing pati
Wong tuwo sampun ngendika
Gek ndang golek sigarane nyawa
Luwih enom senenge ngapusi
Sak umuran kerepe nglarani
Luwih tuwo mesti ngoyak oyak rabi
Aduh gusti tulung hu hu hu
Luwih enom senenge ngapusi
Sak umuran kerepe nglarani
Luwih tuwo mesti ngoyak oyak rabi
Aduh gusti kudu milih sing endi
Sing iso gemati tekan ing pati
Makna Lagu Sumelang
Lagu "Sumelang" dari Ngatmombilung menceritakan keresahan seseorang yang sudah memasuki usia kepala tiga, tetapi masih belum menemukan pasangan hidup. Di saat teman-temannya sudah menikah bahkan memiliki anak, ia masih sibuk memikirkan pekerjaan dan berusaha memenuhi kebutuhan hidup. Dari situ muncul perasaan khawatir dan tertekan, apalagi ketika orang tua mulai menanyakan atau mendorongnya untuk segera mencari "sigarane nyawa" alias belahan jiwa. Lagu ini menggambarkan situasi yang sangat relate bagi banyak orang dewasa yang sering dibandingkan dengan pencapaian orang lain, terutama soal pernikahan.
Menariknya, lagu ini juga menunjukkan kebingungan dalam memilih pasangan. Tokoh dalam lagu merasa serba salah karena setiap pilihan seolah punya tantangannya sendiri. Yang lebih muda dianggap belum cukup dewasa dan suka memberi harapan palsu, yang seusia sering kali membawa luka karena sama-sama punya pengalaman dan ego masing-masing, sementara yang lebih tua terkesan terburu-buru ingin segera menikah. Akhirnya, ia hanya bisa mengeluh kepada Tuhan karena bingung harus memilih yang mana, padahal yang sebenarnya dicari bukan sekadar pasangan, melainkan seseorang yang bisa setia dan menemani sampai akhir hayat.
Secara keseluruhan, lagu ini bukan cuma tentang jomblo di usia 30-an, tetapi juga tentang tekanan sosial, ekspektasi keluarga, dan pencarian cinta yang benar-benar tulus. Vibes-nya terasa ringan dan sedikit lucu, tetapi di balik itu ada kegelisahan yang cukup dalam. Pesan yang bisa diambil adalah bahwa menemukan pasangan hidup bukan soal cepat atau lambat, melainkan soal menemukan orang yang tepat, yang bisa saling menjaga dan mencintai "tekan ing pati" atau sampai akhir kehidupan.