Lagu Sendiri dari Ndarboy Genk menceritakan tentang seseorang yang diam-diam menyimpan perasaan cinta kepada seseorang, tetapi tidak memiliki keberanian atau kesempatan untuk mengungkapkannya. Sejak awal lirik, terlihat bahwa ia sebenarnya sudah berusaha menjaga hati dan membatasi perasaannya karena takut terluka. Namun, semakin lama justru semakin jatuh cinta, hingga akhirnya hanya bisa memendam rasa dan memperhatikan dari kejauhan.
Bagian "sak jembare segoro tak titipke roso tresnaku kanggo kowe" menjadi simbol betapa luas dan dalamnya cinta yang ia rasakan. Laut diibaratkan sebagai tempat untuk menitipkan semua perasaan yang tidak mampu ia sampaikan secara langsung. Ada rasa berharap agar suatu saat bisa mengungkapkan cintanya, tetapi di saat yang sama ia sadar bahwa kemungkinan besar perasaan itu hanya akan menjadi kisah sepihak. Karena itulah muncul kalimat "mendem rasa sendiri", yang menggambarkan perjuangan mencintai dalam diam dan menanggung rasa sakit sendirian.
Menjelang akhir lagu, suasana menjadi semakin sedih karena ia membayangkan orang yang dicintainya akan bersanding dengan orang lain. Meskipun mengaku tidak akan rela, ia sadar bahwa dirinya bukan siapa-siapa dalam hidup orang tersebut. Akhirnya, kenangan dan perasaan yang selama ini dipendam memilih untuk "dilarung neng segoro" atau dilepaskan seperti ombak yang membawa pergi kisah yang tak sempat menjadi nyata. Secara keseluruhan, lagu ini bercerita tentang cinta yang dipendam, harapan yang tidak tersampaikan, dan proses belajar mengikhlaskan seseorang yang tidak bisa dimiliki. Vibes-nya sendu, melankolis, dan sangat relate bagi orang yang pernah mencintai diam-diam tanpa pernah benar-benar memiliki.