Lirik Marai Budreg - Ndarboy Genk

X

Tips Pencarian Lirik Favorit Anda

Anda Mengetahui Judul dan Nama Penyanyi

  • Ketikkan nama penyanyi dan judul lagu, berikan tanda kutip di judul lagu, misal: Yovie "Menjaga Hati";
  • bila tidak berhasil, coba untuk mengilangkan tanda kutip, misal: Yovie Menjaga Hati; atau
  • dapat juga dengan mengeklik menu A B C D.., lalu cari berdasarkan nama artis. Yovie dimulai dengan Y, klik Y. Lihat daftar lagu, dan dapatkan yang Anda cari.

Anda Tidak mengetahui Judul Lagu, Tetapi Mengetahui Nama Penyanyi

  • Ketik nama penyanyi, misal: YOVIE, akan muncul banyak halaman, telusuri dan pilih dari halaman-halaman tersebut; atau
  • klik menu A B C D E ... berdasarkan nama artis Y, cari Yovie, dan cari lirik yang Anda cari.

Anda Tidak Mengetahui Judul Lagu, Tetapi mengetahui Syair

  • Ketikkan penggalan syair yang Anda ketahui, misal:
    Tanpamu tiada berarti
    Tak mampu lagi berdiri
    Cahaya kasihmu menuntunku
    Kembali dalam dekapan tanganmu
  • Masukkan kata-kata penting. Misal: tiada berarti berdiri cahaya dekapan.
  • Hindari kata-kata yang berkemungkinan memiliki ada dua versi atau lebih. Misal: tanpamu dapat ditulis tanpa mu.

TETAP TIDAK DAPAT MENEMUKAN LIRIK YANG ANDA CARI

  • Pilih menu A B C D E ... berdasarkan nama artis atau judul lagu.
  • Bila masih tidak dapat menemukan lirik yang Anda cari, mungkin kami bisa membantu Anda. Silakan menghubungi kami.
Lirik Marai Budreg - Ndarboy Genk
youtube.com/Ndarboy Genk
Ngene salah, ngono salah
Yen koyo ngene, aku sing ngalah
Aku karo kowe, kowe karo dek'e
Aku ikhlas t'rimo meneng wae

Iki piye? kudu piye?
Tresnoku pancen opo anane
Aku wes tenanan, wes kadung berkorban
Meh bertahan wis ra kuat tenan (wis ra kuat tenan)

Remuk, ajur mumur setioku
Kowe milih karo sing ora mutu

Yen pancen wis ora sejalan
Gak usah nesunan
Wes reti ujunge bakalan bubaran

Pancen mung marai budreg
Aku sing kudu mandek
Lanjutke langkah karo ati sing tetep

Iki piye? kudu piye?
Tresnoku pancen opo anane
Aku wes tenanan, wes kadung berkorban
Meh bertahan wis ra kuat tenan (wis ra kuat tenan)

Remuk, ajur mumur setioku
Kowe milih karo sing ora mutu

Yen pancen wis ora sejalan
Gak usah nesunan
Wes reti ujunge bakalan bubaran

Pancen mung marai budreg
Aku sing kudu mandek
Lanjutke langkah karo ati sing tetep

Yen pancen wis ora sejalan
Ra usah nesunan
Wes reti ujunge bakalan bubaran

Pancen mung marai budreg
Aku sing kudu mandek
Lanjutke langkah karo ati sing tetep
Hu-woo-aa

Mugo Gusti maringi jodoh sing mantep
Hu-uu, hu-uu

Makna Lagu Marai Budreg

Lagu "Marai Budreg" dari Ndarboy Genk bercerita tentang seseorang yang merasa lelah mempertahankan hubungan yang sudah tidak lagi berjalan searah. Apa pun yang dilakukannya selalu dianggap salah, sehingga pada akhirnya ia memilih untuk mengalah. Perasaan kecewa semakin besar ketika orang yang dicintainya justru memilih orang lain, padahal ia sudah berusaha dengan sungguh-sungguh dan banyak berkorban demi hubungan tersebut. Situasi ini membuatnya merasa bahwa perjuangannya selama ini tidak dihargai.

Lirik "remuk, ajur mumur setioku" menggambarkan betapa hancurnya hati tokoh dalam lagu karena kesetiaan yang ia berikan berakhir sia-sia. Meski begitu, ia mulai menyadari bahwa mempertahankan hubungan yang sudah tidak sejalan hanya akan menambah masalah dan membuat pikirannya semakin kacau atau budreg (pusing). Daripada terus bertahan dalam hubungan yang menyakitkan, ia memilih untuk menerima kenyataan bahwa perpisahan mungkin menjadi jalan terbaik bagi keduanya.

Secara keseluruhan, lagu ini menyampaikan pesan tentang keikhlasan dalam melepaskan seseorang yang sudah tidak memiliki tujuan yang sama. Walaupun perpisahan terasa menyakitkan, terkadang melanjutkan hidup dan membuka lembaran baru adalah pilihan yang lebih sehat daripada terus memaksakan hubungan yang tidak bahagia. Bagian akhir lagu yang berisi doa agar mendapatkan jodoh yang lebih baik menunjukkan bahwa setelah rasa kecewa dan sakit hati, masih ada harapan untuk menemukan kebahagiaan di masa depan. Lagu ini sangat relate dengan orang-orang yang pernah berjuang sendirian dalam sebuah hubungan, tetapi akhirnya memilih untuk merelakan dan melangkah maju.