Lirik lagu ini menggambarkan rasa kecewa seseorang yang ditinggalkan setelah berjuang keras demi hubungan dan kebutuhan hidup bersama. Ia masih terus mengingat orang yang dulu sangat dicintainya, apalagi mereka sempat punya janji untuk bersama sampai akhir hayat. Namun kenyataannya berbeda, karena hubungan itu hancur saat masalah ekonomi datang. Perasaan sakitnya makin terasa karena semua usaha yang dilakukan seperti tidak pernah dihargai, bahkan kerja keras dari pagi sampai malam malah dipandang sebelah mata hanya karena belum bisa hidup berkecukupan.
Lagu ini juga memperlihatkan realita pahit tentang cinta yang kadang kalah oleh keadaan. Ada rasa sedih karena pasangan yang dulu bilang siap menerima apa adanya ternyata tidak benar-benar kuat bertahan saat hidup sedang susah. Kata "balungan kere" di lagu ini terasa seperti simbol perjuangan orang kecil yang tetap berusaha keras walaupun hidupnya sederhana. Jadi lagu ini bukan cuma soal patah hati, tapi juga tentang luka karena merasa gagal membahagiakan orang yang dicintai.
Meski begitu, di ending lagu ada pesan tentang ikhlas dan tetap berserah kepada Tuhan. Walaupun hatinya hancur, ia mencoba kuat lewat ibadah dan percaya kalau rezeki serta kebahagiaan datang dari Gusti. Lagu ini terasa emosional karena menggambarkan seseorang yang tetap berusaha tegar di tengah rasa kecewa, sambil menerima bahwa hidup memang nggak selalu berjalan sesuai harapan.