Wingi wes mbok sirami
Ati sing tatu
Wingi wes mbok obati
Nanging ngopo saiki
Aku dewe njalani
Mbok punthes ati
Ora ngelingi
Opo iki cen luputku
Tego tegane sliramu
Jane mung masalah tresno
Tapi atiku kuciwo
Jajal omong kurangku opo
Jajal bandingno sing lio
Bola bali tok duakno
Pun niki sing terakhir loro
Jujur isih sok kelingan
Kabeh kenangan
Isih sok terbayang bayang
Esemmu sayang
Kepontang panting uripku
Koe lungo ninggalke aku
Jarene mung siji aku
Nyatane pilihanmu dudu aku
Opo iki cen luputku
Tego tegane sliramu
Jane mung masalah tresno
Tapi atiku kuciwo
Jajal omong kurangku opo
Jajal bandingno sing lio
Bola bali tok duakno
Pun niki sing terakhir loro
Hu wo jujur isih sok kelingan
Kabeh kenangan
Isih sok terbayang bayang
Esemmu sayang
Kepontang panting uripku
Koe lungo ninggalke aku
Jarene mung siji aku
Nyatane pilihanmu dudu aku
Jujur isih sok kelingan
Kabeh kenangan
Isih sok terbayang bayang
Esemmu sayang
Kepontang panting uripku
Koe lungo ninggalke aku
Jarene mung siji aku
Nyatane pilihanmu dudu aku
Jarene mung siji aku
Nyatane pilihanmu dudu aku
Makna Lagu Kirang
Lagu "Kirang" dari Nayla Fardila menceritakan tentang seseorang yang merasa kecewa dan patah hati setelah ditinggalkan oleh orang yang pernah memberinya banyak harapan. Di awal lagu digambarkan bahwa dulu sang kekasih hadir seperti penyembuh luka, memberi perhatian dan membuat hidup terasa lebih baik. Namun seiring waktu, semuanya berubah. Orang yang dulu mengobati luka justru menjadi penyebab luka baru dengan memilih pergi dan meninggalkan hubungan yang sudah dibangun bersama.
Bagian yang paling terasa adalah ketika tokoh dalam lagu terus mempertanyakan dirinya sendiri. Lirik seperti "Jajal omong kurangku opo" (coba bilang kurangku apa) menunjukkan perasaan seseorang yang sedang mencari jawaban atas kegagalan cintanya. Ia merasa sudah memberikan yang terbaik, setia, dan percaya pada janji-janji yang pernah diucapkan. Namun pada akhirnya, ia tetap bukan orang yang dipilih. Karena tidak mendapatkan alasan yang jelas, muncul rasa bingung, kecewa, sekaligus sedih yang terus menghantuinya.
Secara keseluruhan, lagu ini menggambarkan fase setelah ditinggalkan seseorang yang sangat dicintai, ketika kenangan masih sering datang tanpa diundang. Walaupun hubungan sudah berakhir, senyum, kebersamaan, dan janji masa lalu masih terus terbayang. Vibes lagu ini relate banget buat orang yang pernah merasa menjadi "pilihan utama", tetapi akhirnya sadar bahwa kenyataannya mereka bukanlah orang yang benar-benar dipilih. Pesan yang terasa dari lagu ini adalah bahwa tidak semua perpisahan terjadi karena kita kurang baik; terkadang seseorang pergi bukan karena kekurangan kita, melainkan karena hatinya memang sudah memilih jalan yang lain.