Janji manis, ya, ku takis kamu
Acak rambut, ku tak bisa gerak
Rayu-rayu, ya, gak gitu, kocak
Eh, sebel, sebelahan kamu
Baru juga tahu, kamu punya pacar
Eh, eh, sebel
Tapi aku pun bebel, jadi stress-nya nge-double
Kau buat aku kesel
Uh-uh-uh, uh-uh
Uh-uh-uh
Uh-uh-uh, uh-uh
Uh-uh-uh
Geleng-geleng lihat kamu, sayang
Kelakuanmu gak masuk akal
Emang paling jago buat galau
Walau kamu buat aku nakal
Ku tak mau kau resah
Ya, aku pun gelisah
Walaupun ada dia
Mungkin semuanya tak sama
Kamu dan dia
Bagai pisau, perban
Disobek-sobek, hatiku hilang
Terus engkau datang
Datang dari mana
Aku terpesona
Gak papa kalo kamu bilang sudah
Yang kuharapkan bukan sementara
Kutahu ini salah
Kutahu berbahaya
Meski adanya luka
Aku rela
Geleng-geleng lihat kamu, sayang
Kelakuanmu gak masuk akal
Emang paling jago buat galau
Walau kamu buat aku nakal
Makna di balik lagu 'Geleng Geleng'
Lagu ini menceritakan seseorang yang awalnya merasa senang dan nyaman dengan perhatian dari orang yang disukainya. Tingkah manis dan sikap lucu orang tersebut membuat hari-harinya terasa menyenangkan, sampai akhirnya ia mengetahui bahwa orang itu ternyata sudah memiliki pacar. Hal itu membuatnya kesal, bingung, sekaligus tetap sulit menjauh karena perasaannya sudah terlalu dalam.
Meski sadar hubungan itu rumit dan bisa menyakitkan, ia tetap rela bertahan demi cinta yang dirasakannya. Lagu ini menggambarkan konflik antara hati dan logika—antara ingin menjauh karena tahu itu salah, tetapi tetap terpikat dan tidak mampu menolak pesona orang tersebut. Perasaan galau, cemburu, dan rela terluka menjadi inti dari cerita lagu ini.