Pudarnya dimataku
Kehilangan dirimu
Tentangmu abu-abu
Cahya hanya sebentar
Langkah semakin pudar
Menari dalam relungku
Ternyata hanya bayanganmu
Sebatas harumnya
Terpikir lagi ku tentangmu
Yang dulu hanya menyapa di terasku
Seisi langitku menyatu
Menggambar lagi wajahmu
Menggambar lagi senyummu
Hu-uh-uh
Hu-uh-uh
Sebatas harumnya
Terpikir lagi ku tentangmu
Yang dulu hanya menyapa di terasku
Seisi langitku menyatu
Menggambar lagi wajahmu
Terpikir lagi ku tentangmu
Yang dulu hanya menyapa di terasku
Seisi langitku menyatu
Menggambar lagi wajahmu
Menggambar lagi senyummu
Angin malam bawa pergi
Angan asaku disini
Bernyanyi dan terus menari
Bernyanyi bersama sepi
Menari dihadap sunyi
Makna Lagu Sebatas Harum - Narawata
Lirik ini vibes-nya sendu tapi hangat, kayak lagi bengong sendirian malam-malam sambil keinget seseorang yang pernah dekat tapi sekarang cuma tinggal kenangan. Gambaran bintang yang pudar, cahaya yang sebentar, sampai langkah yang makin hilang itu nunjukin perasaan kehilangan yang pelan-pelan disadari. Sosok "kamu" di lagu ini nggak benar-benar hadir, cuma muncul sebagai bayangan kenangan yang masih sering mampir tanpa diundang.
Bagian "sebatas harumnya" dan "yang dulu hanya menyapa di terasku" ngasih kesan bahwa hubungan itu sebenarnya sederhana, bahkan mungkin nggak pernah jadi apa-apa. Tapi justru karena singkat dan nggak selesai, rasanya malah lebih nempel. Tokoh "aku" terus mengingat wajah dan senyum orang itu, seolah kenangan jadi tempat pelarian ketika realita udah kosong.
Di bagian akhir, suasananya makin sepi tapi juga pasrah. Angin malam yang membawa pergi angan-angan, lalu bernyanyi dan menari bersama sepi, itu kayak simbol berdamai sama rasa kehilangan. Nggak lagi melawan, tapi menemani kesepian itu sendiri. Lagu ini tuh tentang belajar menerima bahwa ada orang yang cukup hadir di ingatan, walaupun nggak pernah benar-benar tinggal.Â