Apanya dong?
Yang sebelah mana?
Sesuatu sangat menarik, oh-ho-ho
Pikir-pikir apanya, apanya
Apanya dong?
Dia punya apa?
Sungguh mati, aku tertarik
Mungkin itu rambutnya (Rambutnya~)
dahinya (Dahinya~)
Semuanya biasa saja
Coba ku lihat lagi
Yang mana yang menarik, (oh, yeah~)
Mungkin itu matanya (Matanya~)
hidungnya (Hidungnya~)
Semuanya biasa saja
Makin aku memandangnya
Makin aku jatuh hati
Apa, apa, apanya dong?
Apanya dong?
Apanya dong?
Dang-ding-dong
Apa, apa, apanya dong?
Apanya dong?
Dang-ding-dong, dang-ding-dong
Apa, apa, apanya dong?
Apanya dong?
Apanya dong?
Dang-ding-dong
Apa, apa, apanya dong?
Apanya dong?
Dang-ding-dong, dang-ding-dong
Lama-lama kupikir, kupikir
Apa kuat
Untung masih punya gengsi
Masa aku yang bilang dulu
Lama-lama kupikir, kupikir
Apa kuat
Sebelah hatiku mau
Sebelah hatiku malu
Mungkin itu rambutnya (Rambutnya~)
Dahinya (Dahinya~)
Semuanya biasa saja
Coba ku lihat lagi
Yang mana yang menarik, (oh, yeah~)
Coba kulihat lagi,
Hey mulai
Berani senyum dan menantang
Gak tahunya memang dia
Kekasih yang kusayang
Apa, apa, apanya dong? Apanya dong?
Apanya dong? Dang-ding-dong
Apa, apa, apanya dong? Apanya dong?
Dang-ding-dong,
Dang-ding-dong
Apa, apa, apanya dong? Apanya dong?
Apanya dong? Dang-ding-dong
Apa, apa, apanya dong? Apanya dong?
Dang-ding-dong, dang-ding-dong
Apa, apa, apanya dong? Apanya dong?
Apanya dong? Dang-ding-dong
Apa, apa, apanya dong? Apanya dong?
Dang-ding-dong,
Dang-ding-dong
Makna Lagu 'Apanya Dong'
Lagu ini menceritakan rasa penasaran seseorang yang tiba-tiba tertarik pada sosok lain tanpa tahu alasan yang jelas. Penuturnya berulang kali bertanya apa sebenarnya yang menarik dari orang tersebut, karena jika dilihat sekilas rambut, dahi, mata, atau hidungnya terasa biasa saja. Namun semakin lama diperhatikan, perasaan tertarik itu justru tumbuh menjadi jatuh hati, seolah ada daya tarik tak kasatmata yang sulit dijelaskan dengan logika.
Di sisi lain, lagu ini juga menggambarkan konflik batin antara rasa suka dan gengsi. Penutur bimbang antara keinginan hati untuk mendekat dan rasa malu untuk mengungkapkan perasaan lebih dulu. Hingga akhirnya, kebingungan itu terjawab ketika ia menyadari bahwa sosok yang membuatnya terus bertanya-tanya tersebut ternyata adalah orang yang memang ia sayangi, menjadikan lagu ini terasa ringan, jenaka, dan manis tentang proses jatuh cinta yang datang tanpa alasan pasti.