Lirik Menepi Menetap - Mikha Tambayong & Deva Mahenra
X
Tips Pencarian Lirik Favorit Anda
Anda Mengetahui Judul dan Nama Penyanyi
- Ketikkan nama penyanyi dan judul lagu, berikan tanda kutip di judul lagu, misal: Yovie "Menjaga Hati";
- bila tidak berhasil, coba untuk mengilangkan tanda kutip, misal: Yovie Menjaga Hati; atau
- dapat juga dengan mengeklik menu A B C D.., lalu cari berdasarkan nama artis. Yovie dimulai dengan Y, klik Y. Lihat daftar lagu, dan dapatkan yang Anda cari.
Anda Tidak mengetahui Judul Lagu, Tetapi Mengetahui Nama Penyanyi
- Ketik nama penyanyi, misal: YOVIE, akan muncul banyak halaman, telusuri dan pilih dari halaman-halaman tersebut; atau
- klik menu A B C D E ... berdasarkan nama artis Y, cari Yovie, dan cari lirik yang Anda cari.
Anda Tidak Mengetahui Judul Lagu, Tetapi mengetahui Syair
- Ketikkan penggalan syair yang Anda ketahui, misal:
Tanpamu tiada berarti
Tak mampu lagi berdiri
Cahaya kasihmu menuntunku
Kembali dalam dekapan tanganmu - Masukkan kata-kata penting. Misal: tiada berarti berdiri cahaya dekapan.
- Hindari kata-kata yang berkemungkinan memiliki ada dua versi atau lebih. Misal: tanpamu dapat ditulis tanpa mu.
TETAP TIDAK DAPAT MENEMUKAN LIRIK YANG ANDA CARI
- Pilih menu A B C D E ... berdasarkan nama artis atau judul lagu.
- Bila masih tidak dapat menemukan lirik yang Anda cari, mungkin kami bisa membantu Anda. Silakan menghubungi kami.
youtube/MyMusic Records
Mikha Tambayong kembali merilis single terbaru dan berkolaborasi bersama Deva Mahenra. Lagu MENEPI MENETAP menceritakan tentang suatu keinginan dari dua orang yang menyatu untuk mencapai sebuah tujuan. Walaupun yang dilalui tidak mudah, tetapi dengan harapan yang kuat semua akan berakhir indah. Yuk intip liriknya di bawah ini…
'Tuk sementara, menepilah
Tinggalkan senyum itu dalam anganku
'Tuk selamanya, menetaplah
Lupakan masa lalu, itu inginku
Bukan cinta pada awal jumpa
Tapi waktu yang memilih arahnya
Dan kita bersama
Bukan juga karna terbiasa
Tapi hati yang memilih akhirnya
Dan kita percaya
Sampai di sini
Sampai kapanpun jangan berhenti
Meskipun kadang tak mudah
Sampai terjadi, sampai terucap
Kini dan nanti (kini dan nanti)
Hiduplah dalam hidupku
Bukan cinta pada awal jumpa (cinta pada)
Tapi hati yang memilih akhirnya
Dan kita percaya
Sampai di sini
Sampai kapanpun jangan berhenti
Meskipun kadang tak mudah
Sampai terjadi, sampai terucap
Kini dan nanti (kini dan nanti)
Hiduplah dalam hidupku
Akankah terulang lagi rasa? (Akankah terulang?)
Bila bukan kau yang ada di sampingku (sampingku)
Genggamlah, tanganku wo-ho
Sampai di sini (Sampai di sini)
Sampai kapanpun jangan berhenti
Meskipun kadang tak mudah
Sampai terjadi, sampai terucap
Kini dan nanti
Hiduplah dalam hidupku, wo-oh-oh-oh-oh-ho
Sampai di sini
Sampai kapanpun jangan berhenti
Kini dan nanti
Hiduplah dalam hidupku
Melangkah searah waktu
Jadilah sebab menepi, menetap
Menepi (menepi)
Menetap
Hu-hu
'Tuk sementara, menepilah
Tinggalkan senyum itu dalam anganku
'Tuk selamanya, menetaplah
Lupakan masa lalu, itu inginku
Bukan cinta pada awal jumpa
Tapi waktu yang memilih arahnya
Dan kita bersama
Bukan juga karna terbiasa
Tapi hati yang memilih akhirnya
Dan kita percaya
Sampai di sini
Sampai kapanpun jangan berhenti
Meskipun kadang tak mudah
Sampai terjadi, sampai terucap
Kini dan nanti (kini dan nanti)
Hiduplah dalam hidupku
Bukan cinta pada awal jumpa (cinta pada)
Tapi hati yang memilih akhirnya
Dan kita percaya
Sampai di sini
Sampai kapanpun jangan berhenti
Meskipun kadang tak mudah
Sampai terjadi, sampai terucap
Kini dan nanti (kini dan nanti)
Hiduplah dalam hidupku
Akankah terulang lagi rasa? (Akankah terulang?)
Bila bukan kau yang ada di sampingku (sampingku)
Genggamlah, tanganku wo-ho
Sampai di sini (Sampai di sini)
Sampai kapanpun jangan berhenti
Meskipun kadang tak mudah
Sampai terjadi, sampai terucap
Kini dan nanti
Hiduplah dalam hidupku, wo-oh-oh-oh-oh-ho
Sampai di sini
Sampai kapanpun jangan berhenti
Kini dan nanti
Hiduplah dalam hidupku
Melangkah searah waktu
Jadilah sebab menepi, menetap
Menepi (menepi)
Menetap
Hu-hu