Lirik Perpetual Black Second (Terjemahan) - Meshuggah
X
Tips Pencarian Lirik Favorit Anda
Anda Mengetahui Judul dan Nama Penyanyi
- Ketikkan nama penyanyi dan judul lagu, berikan tanda kutip di judul lagu, misal: Yovie "Menjaga Hati";
- bila tidak berhasil, coba untuk mengilangkan tanda kutip, misal: Yovie Menjaga Hati; atau
- dapat juga dengan mengeklik menu A B C D.., lalu cari berdasarkan nama artis. Yovie dimulai dengan Y, klik Y. Lihat daftar lagu, dan dapatkan yang Anda cari.
Anda Tidak mengetahui Judul Lagu, Tetapi Mengetahui Nama Penyanyi
- Ketik nama penyanyi, misal: YOVIE, akan muncul banyak halaman, telusuri dan pilih dari halaman-halaman tersebut; atau
- klik menu A B C D E ... berdasarkan nama artis Y, cari Yovie, dan cari lirik yang Anda cari.
Anda Tidak Mengetahui Judul Lagu, Tetapi mengetahui Syair
- Ketikkan penggalan syair yang Anda ketahui, misal:
Tanpamu tiada berarti
Tak mampu lagi berdiri
Cahaya kasihmu menuntunku
Kembali dalam dekapan tanganmu - Masukkan kata-kata penting. Misal: tiada berarti berdiri cahaya dekapan.
- Hindari kata-kata yang berkemungkinan memiliki ada dua versi atau lebih. Misal: tanpamu dapat ditulis tanpa mu.
TETAP TIDAK DAPAT MENEMUKAN LIRIK YANG ANDA CARI
- Pilih menu A B C D E ... berdasarkan nama artis atau judul lagu.
- Bila masih tidak dapat menemukan lirik yang Anda cari, mungkin kami bisa membantu Anda. Silakan menghubungi kami.
Trapped in a ceaseless fever of spite,
Terjebak dalam demam kebencian yang tak kunjung reda,
an unending fit of resentment and anger
serangan tanpa henti dari rasa dendam dan kemarahan
Caught in a moment of unforgiveness
Terjebak dalam momen ketidakmaafan
In the snapshot of a hatefilled second
Dalam gambaran detik yang penuh kebencian
The speedless flickering of uncomprehending eyes
Kilatan mata yang tak paham, tanpa kecepatan
-Dialated in disbelief
-Melebar karena tak percaya
Your vacant gaze distorted
Tatapan kosongmu terdistorsi
Twisted in its accusing glare
Terpeleset dalam tatapan yang menuduh
Teeth glimmering in emotional rage
Gigi yang berkilau dalam kemarahan emosional
Spit of hate suspended mid-air
Ludah kebencian menggantung di udara
Bodies strained in fury
Tubuh-tubuh tertekan dalam amarah
Devoured by jaws of despair
Dihancurkan oleh rahang keputusasaan
One single image frame I wish to forget
Satu bingkai gambar yang ingin kutinggalkan
now replayed in succession of millions
sekarang diputar ulang berjuta-juta kali
The one second I will always regret
Detik yang akan selalu kusesali
-My hell found in its reiteration
-Nerakaku ditemukan dalam pengulangannya
Held within the visualization,
Terkurung dalam visualisasi,
the continuous rerun of my own violence
pengulangan terus-menerus dari kekerasanku sendiri
A fraction of time perpetuated
Sebagian kecil waktu yang terus berlanjut
By my regretful soul animated
oleh jiwaku yang penuh penyesalan yang hidup
Please forgive the evil in me
Tolong maafkan kejahatan dalam diriku
-The darkness within
-Kegelapan di dalam
Ferocious, inherent demon
Iblis yang ganas, melekat dalam diri
Adrenaline gland resident
Penghuni kelenjar adrenalin
Threatened subconscious snake
Ular bawah sadar yang terancam
Repressed into striking coil
Tertekan dalam gulungan yang siap menyerang
Surfacing that black second
Munculnya detik hitam itu
Ascending with the boil
Meningkat bersama dengan kemarahan
Terjebak dalam demam kebencian yang tak kunjung reda,
an unending fit of resentment and anger
serangan tanpa henti dari rasa dendam dan kemarahan
Caught in a moment of unforgiveness
Terjebak dalam momen ketidakmaafan
In the snapshot of a hatefilled second
Dalam gambaran detik yang penuh kebencian
The speedless flickering of uncomprehending eyes
Kilatan mata yang tak paham, tanpa kecepatan
-Dialated in disbelief
-Melebar karena tak percaya
Your vacant gaze distorted
Tatapan kosongmu terdistorsi
Twisted in its accusing glare
Terpeleset dalam tatapan yang menuduh
Teeth glimmering in emotional rage
Gigi yang berkilau dalam kemarahan emosional
Spit of hate suspended mid-air
Ludah kebencian menggantung di udara
Bodies strained in fury
Tubuh-tubuh tertekan dalam amarah
Devoured by jaws of despair
Dihancurkan oleh rahang keputusasaan
One single image frame I wish to forget
Satu bingkai gambar yang ingin kutinggalkan
now replayed in succession of millions
sekarang diputar ulang berjuta-juta kali
The one second I will always regret
Detik yang akan selalu kusesali
-My hell found in its reiteration
-Nerakaku ditemukan dalam pengulangannya
Held within the visualization,
Terkurung dalam visualisasi,
the continuous rerun of my own violence
pengulangan terus-menerus dari kekerasanku sendiri
A fraction of time perpetuated
Sebagian kecil waktu yang terus berlanjut
By my regretful soul animated
oleh jiwaku yang penuh penyesalan yang hidup
Please forgive the evil in me
Tolong maafkan kejahatan dalam diriku
-The darkness within
-Kegelapan di dalam
Ferocious, inherent demon
Iblis yang ganas, melekat dalam diri
Adrenaline gland resident
Penghuni kelenjar adrenalin
Threatened subconscious snake
Ular bawah sadar yang terancam
Repressed into striking coil
Tertekan dalam gulungan yang siap menyerang
Surfacing that black second
Munculnya detik hitam itu
Ascending with the boil
Meningkat bersama dengan kemarahan