Tak bermata
Pantaskah aku menjadi warna
Di antara warnamu, pelangi?
Terlalu tinggikah ku bermimpi
Menjadikan separuh dari hati?
Aku hanya orang biasa
Sedangkan kau sultan yang punya segala
Mengapa kau berkeras hati
Inginkan diriku?
Sayang, tunggu, tunggu dulu
Sayang, janganlah terburu-buru
Sayang, pikir-pikir dulu
Sayang, yakinkan lagi hatimu
Bukan aku tak cinta
Tapi ku begini adanya
Ku takut engkau kecewa
Kau tak bahagia
Cinta henteu kaukur ku soca
Lamun rasa nyerep kana manah
Tapi mengapa harus diriku
Yang menjadi pilihan hatimu?
Sayang, tunggu, tunggu dulu
Sayang, janganlah terburu-buru
Sayang, pikir-pikir dulu
Sayang, yakinkan lagi hatimu
Bukan aku tak cinta
Tapi ku begini adanya
Takut engkau kecewa
Kau tak bahagia
Cinta henteu kaukur ku soca
Lamun rasa nyerep kana manah
Asih teu mandang ka saha
Kadeudeuh teu mandang rupa
Makna Lagu Cinta Tak Bermata
Lirik lagu ini menggambarkan seseorang yang lagi jatuh cinta, tapi di saat yang sama juga dipenuhi rasa minder dan ragu. Dia merasa dirinya "nggak selevel" dengan orang yang dia cintai, yang digambarkan punya segalanya. Karena itu, dia mempertanyakan apakah pantas dirinya masuk ke dalam hidup orang tersebut, bahkan sampai takut kalau cintanya nanti justru bikin pasangannya kecewa.
Di sisi lain, meskipun ada rasa cinta, dia tetap mencoba realistis dan hati-hati. Dia nggak mau hubungan ini berjalan terburu-buru, karena khawatir keputusan yang diambil cuma berdasarkan perasaan sesaat. Ada usaha untuk memastikan bahwa cinta ini benar-benar tulus dan bisa bertahan, bukan sekadar kagum atau euforia di awal.
Namun di balik semua keraguan itu, lagu ini juga menyampaikan pesan bahwa cinta sejatinya nggak melihat status, rupa, atau materi. Cinta itu soal perasaan yang tulus dan dalam. Jadi meskipun tokohnya masih ragu dan merasa nggak pantas, sebenarnya ada harapan bahwa cinta bisa menyatukan dua orang yang berbeda, selama perasaannya sama-sama kuat dan jujur.