Tiga belas kali aku pergi ke sumur
To draw my thoughts, I'll gather and tell
Untuk menggali pikiranku, aku akan kumpulkan dan ceritakan
Like bricks that I've laid to build my life
Seperti bata yang telah aku susun untuk membangun hidupku
Those that crumbled only caused me strife
Yang hancur hanya menambah kesulitan bagiku
Thoughts became words, cast into the sea
Pikiran menjadi kata-kata, dilemparkan ke laut
But they returned, always haunting me
Tapi mereka kembali, selalu menghantuiku
Like a severed arm washed up on the shore
Seperti lengan yang terputus terdampar di pantai
I just don't think I can give anymore
Aku rasa aku tidak bisa memberi lebih lagi
Because I've lived, how many times do I have to die?
Karena aku sudah hidup, berapa kali aku harus mati?
Because I've lived, how many lives do I have to die?
Karena aku sudah hidup, berapa banyak hidup yang harus aku jalani?
Thirteen times and it's been lucky for me
Tiga belas kali dan itu membawa keberuntungan bagiku
After everything, you still want me to bleed
Setelah segalanya, kau masih ingin aku terluka
Thirteen ways to see the devil in my eyes
Tiga belas cara untuk melihat iblis di mataku
Because I stood here thirteen times and I'm still alive
Karena aku berdiri di sini tiga belas kali dan aku masih hidup
At thirteen I started down this path
Di usia tiga belas, aku mulai menempuh jalan ini
Fueled with anger, music was my wrath
Didorong oleh kemarahan, musik adalah kemarahanku
Years of clawing at scars that never healed
Bertahun-tahun mencakar bekas luka yang tak pernah sembuh
Drowning my mind, the thoughts are too real
Membenamkan pikiranku, pikiran ini terlalu nyata
I can't get out; I can't jump out
Aku tidak bisa keluar; aku tidak bisa melompat keluar
Too much to face; I can't erase
Terlalu banyak yang harus dihadapi; aku tidak bisa menghapusnya