Kau buta karena jatuh cinta
Sudah biasa
Tapi katamu ini beda
Dia lain dari yang sebelum-belumnya
Kau abaikan semua
Ku tersenyum saja
Tunggu saja kan datang waktunya
Dari pertama kubilang kan?
Sudah lebih baik kau tinggalkan
Yang kau agungkan
Kau dewakan
Dia bukan-bukan
Sekarang kena batunya kan
Kau menangis semalaman
Hingga terang datang
Ya kan, benar, apa ku bilang?
Sampai kering bibir berkata
Apa tak kau lihat yang sebelum belumnya
Kau acuhkan pertanda
Ku tersenyum saja
Lalu kubilang tunggu tanggal mainnya
Dari pertama kubilang kan?
Sudah lebih baik kau tinggalkan
Yang kau agungkan
Kau dewakan
Dia bukan-bukan
Sekarang kena batunya kan
Kau menangis semalaman
Hingga terang datang
Ya kan, benar, apa ku bilang?
Ku tau jatuh cinta memang indah
Tapi cukup beri hatimu alakadarnya
Jangan berlebihan
Semua kau berikan
Menangis kau belakangan
Sekarang kena batunya kan
Kau menangis semalaman hingga terang
Ya kan, benar, apa ku bilang?
Dari pertama kubilang kan?
Sudah lebih baik kau tinggalkan
Yang kau agungkan
Kau dewakan
Dia bukan-bukan
Sekarang kena batunya kan
Kau menangis semalaman
Hingga terang datang
Ya kan, benar, apa ku bilang?
Sungguh tak pernah salah
Dia memang bendera merah
Sekarang sudah kepalang
Kan sudah kubilang
Tak perlu tanya orang pintar
Dari dulu kelihatan
Ya kan, benar, apa ku bilang?
Makna Lagu Kan
Lagu ini bercerita tentang seseorang yang melihat temannya terlalu larut dalam cinta sampai mengabaikan tanda-tanda bahwa pasangannya sebenarnya tidak baik untuknya. Sejak awal, ia sudah mencoba mengingatkan agar hubungan tersebut ditinggalkan, tetapi temannya tetap menganggap orang itu berbeda dari sebelumnya dan bahkan terlalu mengaguminya. Sampai akhirnya hubungan itu benar-benar membuatnya terluka dan ia harus menghadapi kenyataan yang sebelumnya sudah diperingatkan.
Lewat lagu ini, ada pesan agar seseorang tidak kehilangan akal sehat ketika sedang jatuh cinta. Jatuh cinta memang bisa terasa indah, tetapi bukan berarti semua hal harus diberikan begitu saja tanpa melihat bagaimana orang tersebut memperlakukan kita. Intinya, lagu ini mengingatkan untuk tetap menggunakan pertimbangan dalam mencintai, memperhatikan tanda-tanda yang tidak sehat, dan tidak mengabaikan nasihat orang terdekat ketika mereka melihat sesuatu yang mungkin tidak kita sadari.