Ada masa di mana dua pikiran yang berani
Where we packed up for a new place
Di mana kami berkemas untuk pergi ke tempat baru
A college town with a musical sound
Sebuah kota kampus dengan suara musik
And everyone had a new face
Dan semua orang memiliki wajah baru
There was something there
Ada sesuatu di sana
Maybe it was the trees
Mungkin itu adalah pohon-pohon
Or the flowery air
Atau udara yang penuh bunga
Or that everyone seemed so glad
Atau semua orang tampak begitu bahagia
They were there
Mereka ada di sana
And we were two of those two
Dan kami adalah dua dari dua itu
We were two of those two
Kami adalah dua dari dua itu
We got a house in between a homeless shelter
Kami punya rumah di antara tempat penampungan tunawisma
And a coffee shop
Dan sebuah kedai kopi
We painted the walls until we couldn't reach
Kami mengecat dinding sampai kami tidak bisa menjangkau lagi
I said, "It looks cool this way, let's stop."
Aku bilang, "Ini terlihat keren begini, ayo berhenti."
There were always people there
Selalu ada orang di sana
Maybe it was the music
Mungkin itu karena musiknya
We played on the record player
Yang kami putar di pemutar piringan hitam
Or that everyone seemed so glad
Atau semua orang tampak begitu bahagia
They were there
Mereka ada di sana
And we were two of those two
Dan kami adalah dua dari dua itu
We were two of those two
Kami adalah dua dari dua itu
And those were the times
Dan itu adalah masa-masa
The quietest days
Hari-hari yang paling tenang
We'll sit and smile and remember
Kami akan duduk, tersenyum, dan mengingat
Nothing could feel the same
Tak ada yang bisa terasa sama
We were so free
Kami begitu bebas
We were in each passing second
Kami ada di setiap detik yang berlalu
And you can't sustain
Dan kamu tidak bisa mempertahankan
Anything, everything must change
Apa pun, segalanya pasti berubah
So be thankful for everything
Jadi bersyukurlah untuk segalanya
And I am
Dan aku bersyukur
I am
Aku bersyukur
I am
Aku bersyukur