Saya bukan satu-satunya musafir
Who has not repaid his debt
Yang belum melunasi hutangnya
I've been searching for a trail to follow again
Saya telah mencari jejak untuk diikuti lagi
Take me back to the night we met
Bawa aku kembali ke malam kita bertemu
And then I can tell myself
Dan kemudian saya bisa mengatakan pada diri saya sendiri
What the hell I'm supposed to do
Apa yang harus aku lakukan?
And then I can tell myself
Dan kemudian saya bisa mengatakan pada diri saya sendiri
Not to ride along with you
Bukan untuk naik bersamamu
I had all and then most of you
Saya memiliki semua dan kemudian sebagian besar dari Anda
Some and now none of you
Beberapa dan sekarang tidak ada dari Anda
Take me back to the night we met
Bawa aku kembali ke malam kita bertemu
I don't know what I'm supposed to do
Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan
Haunted by the ghost of you
Dihantui oleh hantumu
Oh, take me back to the night we met
Oh, bawa aku kembali ke malam kita bertemu
When the night was full of terrors
Saat malam penuh teror
And your eyes were filled with tears
Dan matamu dipenuhi air mata
When you had not touched me yet
Ketika Anda belum menyentuh saya
Oh, take me back to the night we met
Oh, bawa aku kembali ke malam kita bertemu
I had all and then most of you
Saya memiliki semua dan kemudian sebagian besar dari Anda
Some and now none of you
Beberapa dan sekarang tidak ada dari Anda
Take me back to the night we met
Bawa aku kembali ke malam kita bertemu
I don't know what I'm supposed to do
Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan
Haunted by the ghost of you
Dihantui oleh hantumu
Take me back to the night we met
Bawa aku kembali ke malam kita bertemu
Penyesalan Mendalam dan Kerinduan Mengulang Titik Awal Pertemuan
Lagu "The Night We Met" dari Lord Huron menceritakan tentang rasa duka, kehampaan, dan penyesalan mendalam seseorang setelah hancurnya sebuah hubungan. Lewat analogi hilangnya kepemilikan secara perlahan—dari memiliki seutuhnya hingga kini tak tersisa sama sekali—lagu ini melukiskan kepedihan menghadapi kenyataan bahwa orang yang paling dicintai kini telah menjadi sosok asing yang hanya meninggalkan bayang-bayang kenangan.
Keinginan untuk kembali ke "malam pertama kali bertemu" menyimpan makna ganda yang pedih: kerinduan akan masa-masa indah saat cinta itu baru bersemi, sekaligus angan-angan untuk memperingatkan diri sendiri agar tidak memulai perjalanan bersama demi menghindari luka batin yang tak kunjung sembuh.




















