Sing tau ngomong rabakal gawe tatu
Nanging ngopo saiki koe ngapusi aku
Gawe loro sakjroning atiku
Bayangke lorone atiku
Yen tulus nresnani sliramu
Jebule tresnomu dudu nggo aku
Sakjane aku ngerti kowe main neng mburi
Tapi kowe selalu nutup - nutupi
Mbaleni roso traumaku
Ngilangke roso percoyoku
Tertipu oleh sikap manismu
Bayangke lorone atiku
Yen tulus nresnani sliramu
Jebule tresnomu dudu nggo aku
Sakjane aku ngerti kowe main neng mburi
Tapi kowe selalu nutup - nutupi
Mbaleni roso traumaku
Ngilangke roso percoyoku
Tertipu oleh sikap manismu
Saksuwene hubungan sing awakdewe jalani
Ora nyongko yen akhire bakal dilarani
Aku pamit lungo
Uwes keloro loro
Saiki aku wes rapercoyo
Makna Lagu Ra percoyo
Lagu "Ra Percoyo" dari Lavora bercerita tentang seseorang yang kecewa berat setelah dikhianati oleh orang yang sangat ia percaya. Awalnya, pasangan tersebut pernah berjanji tidak akan menyakiti hatinya, tetapi kenyataannya justru sebaliknya. Tokoh dalam lagu ini merasa dibohongi karena orang yang dicintainya ternyata bermain di belakang dan tidak jujur dalam hubungan mereka. Rasa sakitnya semakin dalam karena ia sudah memberikan cinta yang tulus, tetapi ternyata cinta itu tidak dibalas dengan kesetiaan yang sama.
Lirik "mbaleni roso traumaku, ngilangke roso percoyoku" menunjukkan bahwa luka yang dirasakan bukan hanya tentang putus cinta, tetapi juga tentang hilangnya kepercayaan. Pengkhianatan yang terjadi membuat trauma lama muncul kembali dan membuatnya sulit percaya kepada orang lain. Yang paling menyakitkan adalah ia sebenarnya sudah menyadari ada yang tidak beres, tetapi pasangan tersebut terus menutupi kesalahannya dengan sikap manis dan berbagai alasan. Akibatnya, ia merasa tertipu oleh orang yang selama ini dianggap tulus mencintainya.
Secara keseluruhan, lagu ini menggambarkan perasaan seseorang yang akhirnya memilih pergi setelah terlalu sering disakiti. Meski berat, ia sadar bahwa mempertahankan hubungan yang penuh kebohongan hanya akan membuat lukanya semakin dalam. Vibes lagu ini relate banget buat orang yang pernah dikhianati setelah memberikan kepercayaan penuh kepada pasangannya. Pesan yang terasa kuat dari lagu ini adalah bahwa sekali kepercayaan hancur, membangunnya kembali jauh lebih sulit daripada sekadar meminta maaf.