Lirik lagu ini jujur banget soal ego dan ketidakmampuan buat mencintai dengan sehat. Di awal dia ngaku kalau waktu bilang "I love you", sebenarnya yang dia suka cuma perasaan atau validasi yang dia dapet bukan sepenuhnya orangnya. Itu nunjukin kalau cintanya masih dangkal dan berpusat ke diri sendiri. Tapi yang bikin beda, dia sadar dan merasa bersalah karena udah nyakitin orang yang tulus.
Bagian tentang disebut "narcissistic" itu jadi titik refleksi. Dia nggak defensif, malah mengakui. Kalau dia terlalu sibuk mencintai diri sendiri atau mungkin terlalu fokus sama ego dan kebutuhannya gimana caranya dia bisa kasih ruang buat orang lain? Pertanyaannya "How can I love someone else?" berulang-ulang, kayak dia lagi berusaha paham apakah dia memang belum siap buat hubungan yang dewasa.
Secara keseluruhan, lagu ini bukan cuma tentang patah hati, tapi tentang self-awareness yang pahit. Dia sadar ada yang salah dalam caranya mencintai, dan itu nggak gampang buat diakui. Rasanya campur antara penyesalan, ego, dan kebingungan. Ini tipe lagu yang nunjukin kalau kadang masalah dalam hubungan bukan karena kurang cinta, tapi karena belum selesai sama diri sendiri.