Bersama kenangan yang ungkit luka di hati
Luka yang harusnya dapat terobati
Yang ku harap tiada pernah terjadi
Ku ingat saat Ayah pergi, dan kami mulai kelaparan
Hal yang biasa buat aku, hidup di jalanan
Disaat ku belum mengerti, arti sebuah perceraian
Yang hancurkan semua hal indah, yang dulu pernah aku miliki
Wajar bila saat ini, ku iri pada kalian
Yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah
Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang kelam
Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan
Mungkin sejenak dapat aku lupakan
Dengan minuman keras yang saat ini ku genggam
Atau menggoreskan kaca di lenganku
Apapun kan ku lakukan, ku ingin lupakan
Namun bila ku mulai sadar, dari sisa mabuk semalam
Perihnya luka ini semakin dalam ku rasakan
Disaat ku telah mengerti, betapa indah dicintai
Hal yang tak pernah ku dapatkan, sejak aku hidup di jalanan
Wajar bila saat ini, ku iri pada kalian
Yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah
Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang kelam
Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan
Makna Lagu Diary Depresiku
Lagu ini bercerita tentang seseorang yang tumbuh dalam kehidupan yang penuh kesulitan setelah kepergian ayah dan perceraian orang tuanya. Kehilangan keutuhan keluarga membuatnya harus menjalani hidup di jalanan, bahkan mengalami kelaparan dan merasa tidak memiliki tempat untuk mendapatkan kasih sayang. Ketika melihat orang lain bisa hidup bahagia bersama keluarga, ia merasa iri karena tidak pernah merasakan kehangatan rumah yang sama. Kenangan masa lalu yang menyakitkan terus menghantuinya, terutama ketika hujan mengingatkannya pada luka yang belum sembuh.
Di tengah kesedihan itu, ia mencoba melupakan rasa sakitnya melalui minuman keras dan tindakan menyakiti diri sendiri, tetapi semua itu tidak benar-benar menghilangkan penderitaannya. Justru ketika mulai sadar, ia semakin merasakan betapa dalam luka yang selama ini dipendam. Ia akhirnya menyadari bahwa hal yang paling dirindukannya bukan sekadar kehidupan yang lebih baik, melainkan perasaan dicintai dan diterima oleh keluarga. Jadi, inti lagu ini adalah tentang luka masa kecil akibat keluarga yang hancur, kesepian, kecemburuan terhadap kebahagiaan orang lain, serta kerinduan mendalam untuk merasakan kasih sayang yang selama ini tidak didapatkan.