Lirik lagu ini punya makna yang hangat tapi juga bikin nyesek, tentang rasa sayang dan penyesalan ke orang tua. Si penyanyi mulai sadar kalau waktu berjalan cepat dan orang tuanya makin menua, jadi dia kepikiran gimana kalau suatu hari itu adalah momen terakhir mereka bersama. Dia mengenang semua pengorbanan orang tuanya, minta maaf atas kesalahan di masa lalu, dan pengen lebih menghargai waktu yang tersisa, bahkan lewat hal-hal sederhana seperti jalan bareng atau ngobrol santai.
Di sisi lain, lagu ini juga ngajak kita buat lebih sadar bahwa momen kecil bareng orang yang kita sayang itu sebenarnya berharga banget. Kadang kita terlalu sibuk atau ngerasa waktu masih panjang, padahal belum tentu. Intinya, lagu ini ngingetin buat nggak nunda-nunda bilang sayang, minta maaf, atau sekadar meluangkan waktu, karena kita nggak pernah tahu kapan itu bisa jadi 'yang terakhir'.