Lagu ini bercerita tentang seseorang yang diam-diam mencintai sahabatnya sendiri. Mereka sudah saling mengenal sangat lama, bahkan sampai tahu rumah tempat masing-masing dibesarkan, keluarga, dan hal-hal pribadi satu sama lain. Hubungan mereka sangat dekat, tetapi sayangnya perasaan cinta itu hanya ada di satu pihak.
Tokoh dalam lagu merasa dirinya sudah menjadi bagian yang sangat "biasa" dalam hidup orang yang ia cintai. Karena terlalu akrab, keberadaannya justru sering tidak dianggap secara romantis. Ia hanya dilihat sebagai teman tempat curhat, terutama ketika orang yang ia cintai sedang patah hati karena hubungan dengan orang lain.
Meski begitu, ia sebenarnya menyimpan perasaan yang sangat dalam. Ia ingin mencintai orang itu lebih dari sekadar teman, tetapi mungkin orang tersebut tidak menyadarinya. Karena itu dalam lagu ini ia akhirnya mengungkapkan bahwa ia bersedia melakukan apa saja demi orang yang ia cintai, pergi ke mana pun, mengorbankan apa pun, bahkan mengubah dirinya jika perlu.
Kalimat seperti "I’ll catch a flight, go to the moon" atau "I’ll sell my soul" bukan berarti harfiah, tetapi cara puitis untuk menunjukkan betapa besar kesediaannya berkorban. Ia ingin membuktikan bahwa cintanya sungguh-sungguh dan tulus.
Secara keseluruhan, makna lagu ini adalah tentang cinta yang sudah lama terpendam dalam persahabatan, cinta yang setia, rela berkorban, tetapi juga menyimpan rasa sedih karena belum tentu dibalas dengan cara yang sama. Lagu ini menggambarkan perasaan seseorang yang ingin menjadi lebih dari sekadar teman bagi orang yang sangat ia sayangi.