
Itulah Natal pertama.
2
Sang Bayi nyenyak di palungan:
Itulah Natal pertama.
3
Di kota Daud Betlehem,-
Sang Bayi nyenyak di palungan:
Itulah Natal pertama.
4
Yusuf, Maria dan Bayinya.
Di kota Daud Betlehem,-
Sang Bayi nyenyak di palungan:
Itulah Natal pertama.
5
Datang gembala bersama ternak;
Yusuf, Maria dan Bayinya.
Di kota Daud Betlehem,-
Sang Bayi nyenyak di palungan:
Itulah Natal pertama.
6
Malak di sorga meyanyi merdu,
Datang gembala bersama ternak;
Yusuf, Maria dan Bayinya.
Di kota Daud Betlehem,-
Sang Bayi nyenyak di palungan:
Itulah Natal pertama.
7
Majus datang dari jauh,
Malak di sorga meyanyi merdu,
Datang gembala bersama ternak;
Yusuf, Maria dan Bayinya.
Di kota Daud Betlehem,-
Sang Bayi nyenyak di palungan:
Itulah Natal pertama.
8
Ikut bintang cemerlang.
Majus datang dari jauh,
Malak di sorga meyanyi merdu,
Datang gembala bersama ternak;
Yusuf, Maria dan Bayinya.
Di kota Daud Betlehem,-
Sang Bayi nyenyak di palungan:
Itulah Natal pertama.
Makna Lagu Itulah Natal Pertama
Lirik ini mengajak pendengar untuk mengenang kembali peristiwa Natal pertama secara sederhana dan bertahap. Dimulai dari kelahiran bayi Yesus yang terbaring tenang di palungan di kota Betlehem, lagu ini menggambarkan suasana Natal yang penuh kedamaian dan kesederhanaan. Meskipun lahir di tempat yang sederhana, peristiwa tersebut menjadi momen yang sangat istimewa karena menandai hadirnya Juruselamat bagi dunia.
Seiring berjalannya lirik, semakin banyak tokoh yang terlibat dalam kisah Natal. Yusuf dan Maria mendampingi Sang Bayi, para gembala datang setelah mendengar kabar sukacita, malaikat bernyanyi memuliakan Tuhan, dan orang-orang Majus datang dari tempat yang jauh dengan mengikuti bintang yang bersinar terang. Semua tokoh ini menunjukkan bahwa kelahiran Yesus membawa sukacita bagi berbagai kalangan, dari orang sederhana hingga mereka yang terpelajar dan terpandang.
Secara keseluruhan, lagu ini menegaskan bahwa Natal adalah tentang hadirnya Tuhan di tengah manusia melalui Yesus Kristus. Kesederhanaan kandang, pujian para malaikat, kedatangan gembala, dan perjalanan orang Majus menjadi simbol bahwa semua orang diundang untuk datang kepada-Nya. Pesan utamanya adalah mengingat dan merayakan kasih Tuhan yang dinyatakan melalui kelahiran Yesus, yang membawa harapan, damai, dan sukacita bagi seluruh dunia.




















