
mengosongkan pikirannya dari barang dunia,
kar’na Tuhan sungguh hadir, patut dipermuliakan.
2. Maha raja alam raya, lahir dari Maria,–
Tuhan yang telah menjadi serendah manusia,
bagai Roti yang sorgawi, memberikan diriNya.
3. Malak mengiringi Dia, Putra Allah yang esa,
Cah’-ya dari Cah’-ya murni hadir dalam dunia.
Kuasa Iblis harus mundur, kegelapan pun enyah.
4. Serafim menutup wajah, kerubim sujud sembah,
sungkem dihadapan Dia dan menyanyi tak lelah:
Haleluya, Haleluya, Tuhan Maha mulia!
Makna Lagu Patut Segenap yang Ada
Lirik ini menggambarkan suasana penyembahan yang penuh hormat dan kekaguman kepada Tuhan yang hadir secara mulia. Ada ajakan untuk diam, bersujud, dan melepaskan pikiran dari hal-hal duniawi sebagai bentuk kesadaran bahwa Tuhan itu kudus dan layak dimuliakan. Kehadiran Tuhan dipandang begitu agung sehingga manusia diajak untuk merendahkan diri di hadapan-Nya.
Selain itu, lagu ini juga menekankan bahwa Tuhan yang Mahabesar rela menjadi manusia dan hadir di tengah dunia. Ia digambarkan sebagai “Roti sorgawi” yang memberikan diri-Nya, menunjukkan kasih dan pengorbanan demi keselamatan manusia. Kehadiran-Nya membawa terang yang mengalahkan kegelapan dan kuasa kejahatan.
Intinya, lagu ini membawa pesan tentang kekudusan, kerendahan hati, dan kemuliaan Tuhan. Seluruh ciptaan, termasuk malaikat, digambarkan ikut menyembah dan memuji Tuhan tanpa henti karena kebesaran dan kasih-Nya yang luar biasa.




















