Reff:
Gerangan siapakah Yesus yang kunyanyikan terus? Tuhan dan Jurus’lamatku yang mati bagiku.
2. Walaupun hanya sekali nampak kebajikanNya, cukuplah itu bagiku dan bebaslah jiwaku.
Reff:
Gerangan siapakah Yesus yang kunyanyikan terus? Tuhan dan Jurus’lamatku yang mati bagiku.
3. Yesus yang paling mulia, Raja yang Mahabesar; kasih karunia dan rahmat dicurahkan padaku.
Reff:
Gerangan siapakah Yesus yang kunyanyikan terus? Tuhan dan Jurus’lamatku yang mati bagiku.
Makna Lagu Bahagia di Hatiku
Lirik ini menggambarkan sukacita seseorang yang telah mengalami kasih dan keselamatan dari Yesus. Penyanyi merasa bahagia karena percaya bahwa Yesus adalah Juruselamat yang menyucikan dan membebaskan hidupnya. Kebahagiaan tersebut bukan berasal dari hal-hal duniawi, tetapi dari pengalaman pribadi akan kasih Tuhan yang membawa damai, pengampunan, dan harapan baru dalam hidup.
Melalui refreinnya, lagu ini menegaskan siapa Yesus bagi orang percaya: Tuhan dan Juruselamat yang rela mati demi manusia. Pengorbanan Yesus dipandang sebagai bukti kasih terbesar yang memberi keselamatan bagi umat manusia. Karena itulah, penyanyi terus memuji dan menyanyikan nama Yesus dengan penuh rasa syukur dan kekaguman. Lagu ini menunjukkan bahwa mengenal Tuhan membawa perubahan besar dalam hati seseorang.
Pada bagian akhir, lirik ini juga menonjolkan kemuliaan dan kebesaran Yesus sebagai Raja yang penuh kasih karunia dan rahmat. Penyanyi menyadari bahwa segala berkat dan anugerah yang diterimanya berasal dari Tuhan. Secara keseluruhan, lagu ini mengajak pendengar untuk bersukacita dalam iman, menghargai kasih pengorbanan Yesus, dan menjadikan pujian kepada Tuhan sebagai ungkapan syukur atas keselamatan dan rahmat yang telah diberikan-Nya.