Lirik PKJ 182 Kuutus Kau - Pelengkap Kidung Jemaat

Lirik PKJ 182 Kuutus Kau - Pelengkap Kidung Jemaat
1
Kuutus ‘kau mengabdi tanpa pamrih,
berkarya t’rus dengan hati teguh,
meski dihina dan menanggung duka;
Kuutus ‘kau mengabdi bagiKu.
2
Kuutus ‘kau membalut yang terluka,
menolong jiwa sarat berkeluh,
menanggung susah dan derita dunia,
Kuutus ‘kau berkorban bagiKu.
3
Kuutus ‘kau kepada yang tersisih,
kar’na hatinya dirundung sendu,
sebatang kara, tanpa handai taulan,
Kuutus ‘kau membagi kasihKu.
4
Kuutus ‘kau, tinggalkan ambisimu,
padamkanlah segala nafsumu,
namun berkaryalah dengan sesama.
Kuutus ‘kau; bersatulah teguh.
5
Kuutus ‘kau mencari sesamamu
yang hatinya tegar terbelenggu,
‘tuk menyelami karya di Kalvari.
Kuutus ‘kau mengiring langkahKu.
Coda:
Kar'na Bapa mengutusKu, Kuutus 'kau

Makna Lagu Kuutus Kau

Lirik ini berbicara tentang panggilan Tuhan kepada setiap orang untuk melayani dengan tulus dan tanpa pamrih. Pelayanan yang dimaksud bukanlah jalan yang selalu mudah, karena bisa disertai penolakan, hinaan, atau penderitaan. Namun, lagu ini menegaskan bahwa orang yang dipanggil Tuhan diajak untuk tetap setia, berani, dan teguh dalam menjalankan tugasnya. Fokus utama bukan pada keuntungan pribadi, melainkan pada kesediaan untuk mengabdi dan melakukan kehendak Tuhan.

Selain itu, lirik ini menekankan pentingnya kepedulian terhadap mereka yang sedang menderita, terluka, kesepian, atau tersisih. Tuhan mengutus umat-Nya untuk menjadi pembawa kasih, penghiburan, dan harapan bagi orang-orang yang membutuhkan. Melalui tindakan nyata seperti menolong, mendampingi, dan menunjukkan kasih kepada sesama, seseorang dapat menjadi perpanjangan tangan Tuhan di tengah dunia. Pesan ini mengingatkan bahwa iman tidak hanya diungkapkan melalui kata-kata, tetapi juga melalui pelayanan yang nyata kepada sesama.

Pada bagian akhir, lagu ini mengajak pendengar untuk meninggalkan ambisi egois dan belajar bekerja bersama dalam semangat persatuan. Orang percaya dipanggil untuk mengikuti teladan Kristus yang rela berkorban demi orang lain. Kalimat penutup, “Kar'na Bapa mengutusKu, Kuutus 'kau,” menegaskan bahwa misi pelayanan yang dijalankan umat beriman berasal dari Tuhan sendiri. Dengan bahasa yang sederhana dan relevan, lirik ini mengajarkan bahwa hidup yang bermakna adalah hidup yang dipakai untuk melayani, mengasihi, dan menjadi berkat bagi sesama.

Lirik Lagu Lagu Rohani

Selengkapnya

Berita Artis Terbaru