syaranam, syaranam.(2x)
(Bait) Cahya Ilahi, syaranam,
ya Sumber hidup, syaranam.(2x)
(Akhir) Syaranam, syaranam, syaranam.
Kembali ke Awal
2. (Awal) Syaranam, syaranam,
syaranam, syaranam.(2x)
(Bait) Tuhan penyayang, syaranam,
Maha pengasih syaranam.(2x)
(Akhir) Syaranam, syaranam, syaranam.
Kembali ke Awal
3. (Awal) Syaranam, syaranam,
syaranam, syaranam.(2x)
Roh kebenaran, syaranam,
ya Roh Penghibur, syaranam.(2x)
(Akhir) Syaranam, syaranam, syaranam.
Kembali ke Awal
Makna Lagu Syaranam
Lirik ini merupakan nyanyian doa dan penyerahan diri kepada Tuhan. Kata “syaranam” berasal dari bahasa yang berarti perlindungan, tempat berlindung, atau tempat bersandar. Dengan pengulangan kata tersebut, lagu ini mengungkapkan keyakinan bahwa Tuhan adalah tempat perlindungan yang aman bagi umat-Nya. Suasana lirik yang sederhana dan meditatif mengajak pendengar untuk merenungkan kehadiran Tuhan dengan tenang dan penuh kepercayaan.
Pada setiap bait, lagu ini menyebut berbagai sifat dan karya Allah. Tuhan dipuji sebagai Cahaya Ilahi dan Sumber Kehidupan yang menerangi serta memberi kehidupan kepada manusia. Selain itu, Tuhan juga digambarkan sebagai Pribadi yang penuh kasih, penyayang, dan pengasih. Melalui sebutan-sebutan ini, lirik mengingatkan bahwa manusia dapat datang kepada Tuhan dalam segala keadaan karena kasih dan kebaikan-Nya tidak pernah berakhir.
Bait terakhir menyoroti peran Roh Kudus sebagai Roh Kebenaran dan Roh Penghibur. Ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak hanya menjadi tempat perlindungan, tetapi juga membimbing, menghibur, dan menuntun umat dalam menjalani kehidupan. Secara keseluruhan, lagu ini mengajak orang percaya untuk bersandar sepenuhnya kepada Allah Tritunggal, menemukan ketenangan dalam kasih-Nya, dan mempercayakan hidup kepada-Nya sebagai sumber terang, kebenaran, dan pengharapan.