
Abadi tak nampak, yang Mahaesa,
Yang tak terhampiri, terang takhtaNya,
Yang dalam PutraNya, telah dikenal,
BagiNyalah hormat dan kuasa kekal.
2
Ibarat cahaya, berkarya tenang,
Wibawa rajawi, kekal Kau pegang.
Teguh bagai gunung keadilanMu,
Dan awanMu sarat dengan kasihMu.
3
Engkaulah yang hidup, kekal slamanya;
Segala yang hidup, Engkau Dasarnya.
Terbataslah hidup, bagaikan kembang;
Engkau surya hidup yang tak terbenam.
4
Ya Bapa, Pencipta segala terang,
Dipuji malaikat, di sorga cerlang;
Pun kami memuji, pun kami sembah,
Engkau yang bertakhta, di cahya baka.
Makna Lagu Abadi Tak Nampak
Lirik ini menggambarkan kebesaran dan kemuliaan Tuhan yang kekal dan tidak terbatas. Tuhan digambarkan sebagai Pribadi yang agung, penuh terang, dan berada di atas segala sesuatu. Walaupun manusia tidak dapat sepenuhnya memahami kebesaran-Nya, Tuhan tetap dikenal melalui kasih dan karya-Nya. Karena itu, lagu ini menjadi ungkapan hormat dan penyembahan kepada Tuhan yang memiliki kuasa untuk selama-lamanya.
Selain itu, lirik ini juga menonjolkan sifat Tuhan yang adil, penuh kasih, dan menjadi sumber kehidupan bagi semua makhluk. Kehidupan manusia digambarkan terbatas dan sementara seperti bunga yang mudah layu, sedangkan Tuhan tetap hidup kekal dan tidak pernah berubah. Gambaran ini mengingatkan bahwa manusia bergantung sepenuhnya pada Tuhan sebagai sumber terang, kehidupan, dan harapan.
Di bagian akhirnya, lagu ini mengajak semua ciptaan—baik malaikat di surga maupun manusia di bumi—untuk memuji dan menyembah Tuhan. Intinya, lirik ini membawa pesan tentang kekaguman terhadap kebesaran Tuhan yang kekal, penuh kasih, dan layak menerima segala pujian serta penyembahan dari seluruh ciptaan.




















