‘Kau ganti malam yang teduh;
pujian pagi kami ganti
pujian malam bagiMu.
2. Syukur! GerejaMu berjaga
menurut jam gilirannya,
tetap umatMu beribadah
seputar bola dunia.
3. Berurut pulau dan benua
menyambut fajar yang cerah,
tak putus umatMu semua
bersilih ganti menyembah.
4. Di sini hari sudah lalu,
di sana pagi merekah;
selalu oleh suara baru
karyaMu dimuliakanlah!
5. Sedangkan kuasa dunia goncang,
kekal, ya Tuhan, tahtaMu;
akhirnya bangsa-bangsa datang
menyambut kerajaanMu.
Makna Lagu Ya Tuhan Hari Tlah Berakhir
Lirik lagu ini menggambarkan doa dan pujian kepada Tuhan pada waktu malam. Hari yang telah berakhir dipandang sebagai bagian dari pemeliharaan Tuhan, sehingga pujian pagi kini diganti dengan pujian malam. Lagu ini menunjukkan bahwa dalam setiap waktu—pagi maupun malam—Tuhan tetap layak disembah dan disyukuri.
Selain itu, lagu ini menekankan bahwa penyembahan kepada Tuhan terus berlangsung di seluruh dunia tanpa henti. Ketika di satu tempat malam tiba, di tempat lain fajar mulai menyingsing, sehingga umat Tuhan di berbagai pulau dan benua terus bergantian memuji-Nya. Ini menggambarkan gereja dan umat Tuhan yang bersatu dalam ibadah di seluruh bumi.
Di bagian akhir, lagu ini memberi pengharapan bahwa walaupun dunia sering goyah dan penuh perubahan, tahta Tuhan tetap kekal dan tidak tergoncangkan. Pada akhirnya semua bangsa akan datang menyambut kerajaan Tuhan. Secara keseluruhan, lagu ini mengajarkan tentang kesetiaan Tuhan yang kekal, penyembahan yang terus berlangsung di seluruh dunia, dan pengharapan akan kerajaan Tuhan yang abadi.