di kala suka, di saat gelap.
KasihMu, Allahku, tidak berubah,
‘Kaulah Pelindung abadi tetap.
Reff
SetiaMu Tuhanku, mengharu hatiku,
setiap pagi bertambah jelas.
Yang ‘ku perlukan tetap ‘Kau berikan,
sehingga akupun puas lelas.
2. Musim yang panas, penghujan, tuaian,
surya, rembulan di langit cerah,
bersama alam memuji, bersaksi
akan setiaMu yang tak bersela.
Reff
SetiaMu Tuhanku, mengharu hatiku,
setiap pagi bertambah jelas.
Yang ‘ku perlukan tetap ‘Kau berikan,
sehingga akupun puas lelas.
3. DamaiMu ‘Kau beri, dan pengampunan
dan rasa kuatir pun hilang lenyap,
kar’na ‘ku tahu pada masa mendatang:
Tuhan temanku di t’rang dan gelap.
Reff
SetiaMu Tuhanku, mengharu hatiku,
setiap pagi bertambah jelas.
Yang ‘ku perlukan tetap ‘Kau berikan,
sehingga akupun puas lelas.
Makna Lagu SetiaMu Tuhanku Tiada Bertara
Lirik lagu ini berbicara tentang kesetiaan Tuhan yang tidak pernah berubah dalam segala keadaan hidup. Baik saat sukacita maupun saat gelap dan penuh kesulitan, Tuhan tetap menjadi pelindung dan penolong yang setia. Kasih Tuhan digambarkan kekal dan tidak tergantung pada keadaan manusia, sehingga memberikan rasa aman dan pengharapan.
Selain itu, lagu ini menunjukkan bahwa seluruh alam semesta menjadi saksi kesetiaan Tuhan. Pergantian musim, matahari, bulan, dan panen menggambarkan keteraturan ciptaan Tuhan yang terus berlangsung karena pemeliharaan-Nya. Melalui semua itu, manusia diingatkan bahwa Tuhan selalu bekerja menjaga dan mencukupi kebutuhan hidup umat-Nya setiap hari.
Di bagian akhir, lagu ini menekankan damai dan pengampunan yang diberikan Tuhan. Ketakutan dan kekhawatiran dapat hilang karena ada keyakinan bahwa Tuhan akan selalu menyertai, baik di masa terang maupun gelap. Secara keseluruhan, lagu ini mengajarkan tentang iman kepada kesetiaan Tuhan, rasa syukur atas pemeliharaan-Nya, dan ketenangan hati karena Tuhan selalu hadir dalam kehidupan manusia.