Namun suluh yang dipantai, kitalah penjaganya.
Reff
Pelihara suluh pantai walau hanya k’lip kelap.
Agar tiada orang hilang di lautan yang gelap.
2. Malam dosa sudah turun, ombak dahsyat menyerang.
Banyaklah pelaut mengharap sinar suluh yang terang.
Reff
Pelihara suluh pantai walau hanya k’lip kelap.
Agar tiada orang hilang di lautan yang gelap.
3. Peliharalah suluhmu, agar orang yang cemas,
yang mencari pelabuhan, dari mara terlepas.
Reff
Pelihara suluh pantai walau hanya k’lip kelap.
Agar tiada orang hilang di lautan yang gelap.
Makna Lagu Mercusuar Kasih Bapa
Lirik lagu ini menggunakan gambaran mercusuar dan suluh pantai untuk melukiskan tugas orang percaya di dunia. “Mercusuar kasih Bapa” menggambarkan kasih Allah yang menerangi manusia, sedangkan umat percaya digambarkan sebagai penjaga suluh yang harus menjaga terang itu tetap menyala. Maknanya adalah bahwa setiap orang dipanggil menjadi pembawa terang dan harapan bagi sesama.
Bait kedua menggambarkan dunia sebagai lautan gelap yang penuh badai dosa dan kesulitan hidup. Banyak orang diibaratkan pelaut yang tersesat dan membutuhkan cahaya penuntun agar tidak binasa. Lagu ini menekankan bahwa kesaksian hidup, kasih, dan iman orang percaya dapat menjadi terang yang menolong orang lain menemukan jalan yang benar.
Refrein lagu mengandung pesan penting tentang kesetiaan menjaga “suluh pantai”, walaupun tampaknya kecil atau redup. Tindakan sederhana sekalipun—seperti memberi penghiburan, menolong sesama, atau hidup benar—dapat menjadi terang yang menyelamatkan orang lain dari keputusasaan dan kegelapan hidup.
Pada bait terakhir, lagu ini mengajak setiap orang untuk tetap memelihara iman dan kasih supaya mereka yang cemas dan mencari “pelabuhan” dapat menemukan keselamatan dan kedamaian. Secara keseluruhan, lagu ini mengajarkan tentang panggilan menjadi terang dunia, menjaga kesaksian hidup, dan menolong sesama menemukan jalan kepada Tuhan dan pengharapan.