dan ‘ku turuni lembah terjal;
Yesus berkata: ” ‘Kau ‘Ku temani”,
sabda ilahi, janji kekal.
Reff
Cahya sorgawi, cahya sorgawi
Jiwa penuh kemuliaanNya.
Haleluya, aku bersuka
memuji Yesus ‘ku milikNya.
2. Kendati bayang g’lap melingkupi,
bagiku Yesus tampak jelas.
Dialah sungguh cahya ilahi,
dan di sisiNya ‘ku tak cemas.
Reff
Cahya sorgawi, cahya sorgawi
Jiwa penuh kemuliaanNya.
Haleluya, aku bersuka
memuji Yesus ‘ku milikNya.
3. Dalam t’rang cahya tetap bersuka
aku menuju rumah kekal.
Sambil bermadah, ayunkan langkah
dalam kasihNya ‘ku tak sesal.
Reff
Cahya sorgawi, cahya sorgawi
Jiwa penuh kemuliaanNya.
Haleluya, aku bersuka
memuji Yesus ‘ku milikNya.
Makna Lagu Walau Kudaki Gunung Yang Tinggi
Lirik lagu ini menggambarkan perjalanan hidup yang penuh tantangan, dilambangkan dengan mendaki gunung tinggi dan menuruni lembah terjal. Semua itu melukiskan suka duka, kesulitan, dan perjuangan hidup manusia. Namun di tengah perjalanan itu, Yesus berjanji untuk selalu menemani. Maknanya adalah bahwa orang percaya tidak pernah berjalan sendirian karena Tuhan selalu menyertai mereka.
Selain itu, lagu ini menggambarkan Yesus sebagai “cahya sorgawi”, yaitu terang ilahi yang menerangi hidup manusia. Walaupun ada bayang-bayang gelap, ketakutan, dan kesusahan, kehadiran Tuhan memberi penghiburan dan ketenangan. Pesannya adalah bahwa kasih dan penyertaan Tuhan mampu mengalahkan rasa cemas dan memberi arah dalam hidup.
Di bagian akhir, lagu ini menunjukkan sukacita dan pengharapan menuju “rumah kekal”, yaitu kehidupan bersama Tuhan di surga. Penyanyi tetap melangkah dengan hati penuh syukur dan pujian karena percaya kepada kasih Tuhan yang tidak pernah gagal. Secara keseluruhan, lagu ini mengajarkan tentang penyertaan Tuhan dalam perjalanan hidup, terang kasih Kristus di tengah kegelapan, dan pengharapan akan kehidupan kekal bersama-Nya.