ingin ‘ku t’rima sakramen kudus.
Kini peganglah tanganku teguh,
dan jiwaku segarkanlah terus.
2. Ingin ‘ku makan roti sorgawi,
juga meminum anggur yang kudus,
ingin ‘ku buang nafsu duniawi,
karna dosaku sudah ditebus.
3. Inilah jam perjamuan kudus,
mejaMu, Tuhan, sudah sedia,
biarlah ‘ku merayakannya t’rus,
di dalam sukacita s’lamanya.
4. Ibadah ini hampir usailah,
namun ‘Kau, Tuhan, tinggal sertaku.
Roti dan anggur barang yang fana,
‘Kau Surya Hidup dan Perisaiku.
5. Bantuan lain tiada ‘ku temu,
Dikaulah, Tuhan, Gunung Batuku.
Kuat-kuasa hanya padaMu,
itu cukuplah dalam hidupku
6. Dosa dan aib itu milikku,
namun Engkau berlimpah anug’rah.
Basuhlah daku oleh darahMu,
o Tuhan, doaku kabukanlah!
7. Sakramen ini datang dan pergi,
namun menunjuk pesta sorgawi,
memb’ri kecapan nikmat abadi
dan kasih sukacita samawi.
Makna Lagu Di Sini Tuhan KumemandangMu
Lirik lagu ini menggambarkan kerinduan seseorang untuk datang dekat kepada Tuhan melalui perjamuan kudus atau sakramen. Penyanyi memandang Tuhan dengan penuh hormat dan berharap menerima kekuatan serta kesegaran rohani dari-Nya. Maknanya adalah bahwa hubungan dengan Tuhan memberi ketenangan, penghiburan, dan pembaruan bagi jiwa manusia.
Selain itu, lagu ini menekankan makna roti dan anggur dalam perjamuan kudus sebagai lambang tubuh dan darah Kristus. Penyanyi ingin meninggalkan keinginan duniawi dan hidup lebih dekat kepada Tuhan karena percaya bahwa dosanya telah ditebus oleh pengorbanan Yesus. Pesannya adalah bahwa perjamuan kudus bukan sekadar ritual, tetapi pengingat akan kasih dan keselamatan dari Tuhan.
Di bagian berikutnya, lagu ini menunjukkan penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Penyanyi mengakui kelemahan, dosa, dan ketidakmampuannya, tetapi percaya bahwa kasih karunia Tuhan sanggup membersihkan dan menolongnya. Tuhan digambarkan sebagai “Gunung Batu” dan “Surya Hidup”, simbol perlindungan, kekuatan, dan sumber kehidupan sejati.
Pada akhirnya, lagu ini mengarah kepada pengharapan akan “pesta sorgawi”, yaitu persekutuan kekal bersama Tuhan di surga. Sakramen dipandang sebagai gambaran awal dari sukacita dan damai abadi yang akan dinikmati umat Tuhan kelak. Secara keseluruhan, lagu ini mengajarkan tentang kasih penebusan Kristus, pentingnya hidup dekat dengan Tuhan, dan pengharapan akan kehidupan kekal bersama-Nya.